skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
5 Hal Yang Sering Dilakukan Dalam Rekonsiliasi Bank

5 Hal Yang Sering Dilakukan Dalam Rekonsiliasi Bank

Pekerjaan yang biasanya bikin sakit kepala dan keringat bercucuran itu ketika mencocokkan deretan angka dalam saldo kas perusahaan dan saldo kas di bank.  Deg-deg annya melebihi ketemu calon mertua atau pas lagi ijab kabul deh (loh kok kesitu, hehehe). Gimana gak deg-deg an klo beda 1 nol aja, bisa begadang 7 hari 7 malem tuh, hehehe.

Seperti yang kita ketahui bersama guys, bahwa setiap perusahaan biasanya kan mempunyai 2 tempat untuk menyimpan uang yah, satu di bank, satu lagi di petty cash (kas kecil) untuk pengeluaran harian perusahaan.

Nah, biasanya tuh suka terjadi perbedaan atau selisih jumlah kas yang tercatat di bank dan pembukuan transaksi di perusahaan. Hal ini dikarenakan adanya biaya-biaya administrasi serta pembagian bunga dari bank yang belum tercatat oleh akuntan perusahaan. Disitulah diperlukan metode pencatatan kas yang dapat menyesuaikan saldo kas di bank dan saldo kas di buku akun perusahaan, yang biasa disebut metode rekonsiliasi bank.

Apa itu Rekonsiliasi Bank

Rekonsiliasi Bank adalah suatu prosedur pengendalian terhadap kas di Bank dengan membandingkan catatan kas perusahaan secara priodik Bank mengirimkan laporan berupa kas statment yang berisi semua transaksi penyetoran selama priode tertentu. Rekonsiliasi bank dilakukan untuk menunjukkan dan menjelaskan adanya perbedaan antara catatan kas menurut bank dan menurut perusahaan. Jika perbedaan dihasilkan dari transaksi yang belum dicatat bank, maka catatan perusahaan dianggap benar. Sebaliknya, jika perbedaan dihasilkan dari kesalahan dalam catatan perusahaan dan catatan bank, maka diperlukan penyesuaian.

Nih, biar lebih greget lagi, kita kasih beberapa penjelasan dari para ahli mengenai rekonsiliasi bank.

Rekonsiliasi bank menurut para ahli

  • Wibowo dan Abubakar Arif “Rekonsiliasi bank merupakan suatu laporan yang berisi saldo kas menurut perusahaan dengan saldo kas menurut bank disertai dengan penyebab perbedaan keduanya”
  • Haryono Jusup  “Rekonsiliasi bank adalah proses untuk mengetahui sebab-sebab terjadinya perbedaan antara catatan perusahaan dengan laporan bank dan menentukan jumlah saldo rekening giro yang sesungguhnya pada suatu saat tertentu”
  • Soemarsono S.R “Rekonsiliasi bank adalah apabila semua penerimaan uang langsung disetorkan dan semua pembayaran dilakukan dengan cek, maka akun kas perusahaan akan sama dengan akun yang dimiliki bank”
  • Munandar “Rekonsiliasi bank adalah kewajiban yang dilakukan perusahaan dalam mencari sebab-sebab ketidaksamaan antara saldo simpanan menurut laporan catatan bank dengan saldo yang dimiliki perusahaan”
  • Donald F. Kiso “Rekonsiliasi bank adalah suatu skedul informasi yang menjelaskan setiap perbedaan antara catatan bank dan catatan kas nasabah. Jika perbedaaan tersebut hanya berasal dari transaksi yang belum dicatat oleh pihak bank ataupun dari pihak perusahaan”.

(sumber : dosenakuntansi.com)

5 Hal yang harus dilakukan

Dalam proses Rekonsiliasi Bank, setidaknya ada 5 hal yang harus dilakukan.

  1. Membandingkan saldo di catatan kas perusahaan dan rekening koran bank

Angka saldo di rekening bank dan saldo di kas perusahaan biasanya berbeda, hal ini biasanya terjadi karena adanya perbedaan gaya pencatatan diantara keduanya. Misalnya saja ada pengeluaran/pemasukan yang belum diketahui, sehingga bank tidak melakukan pencatatan atas pengeluaran/pemasukan tersebut seperti Deposite in transit atau Outstanding cek serta ada pengeluaran/pemasukan yang dilakukan bank dan belum diketahui perusahaan seperti biaya administrasi bank, pendapatan bunga atau jasa giro atau bank menolak pencairan cek perusahaan seperti cek kosong atau karena alasan lain sehingga cek dikembalikan oleh bank. Kalo kayak gini jangan panik dulu ya guys. Lanjut step berikutnya.

  1. Catat Transaksi yang dilakukan oleh bank terlebih dahulu.

Transaksi transaksi yang terjadi di rekening bank biasanya bersifat otomatis dan mudah untuk dilacak. Oleh karena itu, catat terlebih dahulu transaksi tersebut ke dalam buku kas perusahaan.

  1. Telusuri transaksi yang masih “OTW” (On The Way) alias dalam perjalanan

Setelah kita catat transaksi-transaksi tadi yang terjadi di kas bank, maka selanjutnya kita cek transaksi yang masih “OTW” alias masih dalam perjalanan,misal Deposit in Transit atau Outstanding Cek.

  1. Hitung selisihnya di lembar Rekonsiliasi

Nah, jika semua sudah kita catat, maka akan terlihat selisih saldo di lembar rekonsiliasi bank yang sudah kita buat. Hitung selisih saldo yang ada, sampai betul-betul per transaksi kita sudah tidak menemukan selisih lagi.

  1. Cek n Ricek

Catet semua transaksi yang terjadi di kas bank sudah, telusuri semua transaksi yang masih OTW juga sudah, lalu hitung selisih antar saldo rekening bank dan kas perusahaan juga sudah. Cek lagi dan ricek lagi .

Cirinya, jika ada selisih saldo dibawah 1 juta, kemungkinan ada kelalaian atau kesalahan dalam memasukan angka ketika pencatatan dilakukan oleh akuntan. Tapi, jika selisihnya diatas 1 juta kemungkinan ada pencatatan transaksi yang belum diinput atau ada pencatatan transaksi yang dilakukan dua kali atau ada pembatalan transaksi dan belum dilakukan pencatatan jurnal pembalik.

Gimana guys, sampai sini sudah paham ?

Memang pekerjaan rekonsiliasi bank ini akan menyita waktu dan tenaga, biar lebih mudah, kamu bisa gunakan software akuntansi untuk membantu proses itu tadi.

Dengan Accurate Online, yang merupakan software akuntansi berbasis web dengan teknologi cloud, kamu bisa memanfaatkan fitur “Rekonsiliasi Bank” cukup dengan sekali klik, maka sistem akan mencocokkan saldo antara bank dan kas perusahaan kamu secara otomatis. Keren kan !

Nih, tonton dulu deh video dibawah ini biar ada gambaran jelasnya .

 

Gimana guys, udah ga sabar pengen cobain software ini, gunakan fasilitas FREE TRIAL 30 hari dari Accurate Online

Atau bisa langsung japri CS  kami disini : 08121107666

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top