skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
Cara Analisa Rasio Di Dalam Laporan Keuangan Kamu !

Cara Analisa Rasio di dalam Laporan Keuangan Kamu !

 

Software Akuntansi Accurate Online – Seperti yang pernah kita bahas di artikel kita sebelumnya, untuk mengetahui perusahaan kita untung atau rugi itu ternyata tidak sesederhana melihat saldo akhir di laporan keuangan kita loh guys, klo saldonya banyak berarti usaha kita untung, kalo saldonya minus ternyata buntung. Tapi ada 4 item penting yang mesti kamu perhatikan di setiap laporan keuangan kamu, kalo lupa bisa cek disini ya :

Nah, biasanya untuk mempermudah dan mempercepat membaca laporan keuangan kamu, beberapa orang cukup melihat rasio dari masing-masing item laporannya.

Apa Gunanya Rasio di dalam Laporan Keuangan mu ?

Di dalam laporan keuangan kamu, rasio akuntansi diperlukan sebagai jalan tercepat untuk mengevaluasi bisnis kamu. Rasio akan dilihat melalui laporan keuangan yang berjalan di usaha kamu. Sehingga kamu akan mengetahui sudah sejauh mana  perkembangan bisnis yang kamu handle.

Rasio dalam akuntansi keuangan terbagi menjadi lima jenis. Namun, di Indonesia rasio akuntansi bisnis hanya ada empat jenis yang paling sering digunakan. Seperti, rasio likuiditas, rasio profitabilitas, rasio solvabilitas, dan rasio aktivitas.

Untuk itu, Anda sebagai pemilik bisnis yang sedang berkembang harus mengetahui apa saja rasio akuntansi yang harus digunakan pada usaha milik Anda. Tanpa mengetahuinya, maka akan sangat sulit menentukan kebijakan dan pengaturan keuangan usaha Anda.

 

1. Rasio Likuiditas

Apa sih Likuiditas ? Menurut WikipediaLikuiditas adalah kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendeknya atau kemampuan seseorang atau perusahaan untuk memenuhi kewajiban atau utang yang segera harus dibayar dengan harta lancarnya .

Likuiditas diukur dengan rasio aktiva lancar dibagi dengan kewajiban lancar. Perusahaan yang memiliki likuiditas sehat paling tidak memiliki rasio lancar sebesar 100%. Ukuran likuiditas perusahaan yang lebih menggambarkan tingkat likuiditas perusahaan ditunjukkan dengan rasio kas (kas terhadap kewajiban lancar).

Contoh: membayar listrik, telepon, air PDAM, gaji karyawan, dsb.

Rasio likuiditas antara lain terdiri dari:

  • Current Ratio : adalah membandingkan antara total aktiva lancar dengan kewajiban lancar (current assets/current liabilities”). Current Assets merupakan pos-pos yang berumur satu tahun atau kurang, atau siklus operasi usaha yang normal yang lebih besar. Current Liabilities merupakan kewajiban pembayaran dalam satu (1) tahun atau siklus operasi yang normal dalam usaha. Tersedianya sumber kas untuk memenuhi kewajiban tersebut berasal dari kas atau konversi kas dari aktiva lancar. (aktiva lancar dibagi hutang lancar dikali 100%)
  • Quick Ratio: adalah membandingkan antara aktiva lancar dikurangi persediaan dengan kewajiban lancar. Persediaan terdiri dari alat-alat kantor, bahan baku, persediaan barang dalam proses, dan persediaan barang jadi. Tujuan manajemen persediaan adalah mengadakan persediaan yang dibutuhkan untuk operasi yang berkelanjutan pada biaya yang minimum. Suatu perusahaan yang mempunyai rasio cepat kurang dari 1:1 atau 100% dianggap kurang baik tingkat likuiditasnya. (aktiva lancar dikurangi persediaan dibagi hutang lancar)

 

Rasio Likuiditas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menjamin kewajiban-kewajiban lancarnya. Rasio ini antara lain Rasio Kas (cash ratio), Rasio Cepat (quick ratio), Rasio Lancar (current ratio)

 

2. Rasio Solvabilitas

Solvabilitas adalah kemampuan perusahaan untuk memenuhi semua kewajibannya. Solvabilitas menunjukkan kemampuan perusahaan untuk melunasi seluruh utang yang ada dengan menggunakan seluruh aset yang dimilikinya. Hal ini sesungguhnya jarang terjadi kecuali perusahaan mengalami ke pailitan. Kemampuan operasi perusahaan dicerminkan dari aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan tersebut.

Rasio solvabilitas digunakan untuk mengukur tingkat pengelolaan sumber dana perusahaan. Beberapa rasio ini antara lain Rasio Total Hutang terhadap Modal sendiri, Total Hutang terhadap Total Asset, TIE Time Interest Earned.

 

3. Rasio Profitabilitas

Profitablitas atau kemampuan memperoleh laba adalah suatu ukuran dalam persentase yang digunakan untuk menilai sejauh mana perusahaan mampu menghasilkan laba pada tingkat yang dapat diterima. Angka profitabilitas dinyatakan antara lain dalam angka laba sebelum atau sesudah pajak, laba investasipendapatan per saham, dan laba penjualan. Nilai profitabilitas menjadi norma ukuran bagi kesehatan perusahaan.

Menurut Martono & Hartijo (2007:76) jenis-jenis rasio profitabilitas yang dapat digunakan adalah:

A. Profit Margin

Untuk menghitung profit margin dapat menggunakan dua persamaan sebagai berikut:

1) Margin laba kotor (Gross profit margin)

GPM =

2) Margin laba bersih (Net profit margin) :

PM = 

B. Return on Asset (ROA)

Return on Asset (ROA) merupakan rasio yang menunjukkan hasil (return) atas jumlah aktiva yang digunakan perusahaan. Untuk mencari pengembalian atas aset (ROA) dapat digunakan sebagai berikut:

ROA = 

Atau dapat pula dihitung dengan menggunakan pendekatan sebagai berikut:

ROA = Margin laba bersih × Perputaran total aktiva

C. Return on Equity (ROE)

(ROE) merupakan rasio untuk mengukur laba bersih sesudah pajak dengan modal sendiri. ROE dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut.

ROE = 

atau juga dapat dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut:

ROE = Margin laba bersih × Perputaran total aktiva × Pengganda Ekuitas

 

Rasio profitabilitas digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan keuntungan bagi perusahaan. Rasio ini antara lain: GPM (Gross Profit Margin), OPM(Operating Profit Margin), NPM (Net Profit Margin), ROA (Return to Total Asset), ROE (Return On Equity).

 

4. Rasio Aktivitas

Rasio ini menggambarkan aktivitas yang dilakukan perusahaan dalam menjalankan operasinya baik dalam kegiatan penjualan, pembelian, dan kegiatan lainnya. ada dua penilaian rasio aktivitas yaitu:

  1. Rasio Nilai Pasar. Rasio yang mengukur harga pasar relatif terhadap Nilai Buku perusahaan. Rasio ini antara lain: PER (Price Earning Ratio)Devidend YieldDevideng Payout Ratio, PBV (Price to Book Value)
  2. Rasio Efesiensi/ Perputaran. Rasio perputaran digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam mengelola asset-assetnya sehingga memberikan aliran kas masuk bagi perusahaan. Rasio ini antara lain Rasio Perputaran PersediaanPerputaran Aktiva Tetap, dan Total Asset Turnover.

 

Untuk bisa melakukan analisa rasio diatas, kamu harus memiliki laporan keuangan yang jelas. Laporan keuangan yang  terdiri dari neraca, laporan laba rugi, dan laporan arus kas . Semua itu bisa  dengan mudah kamu miliki hanya dengan menggunakan software akuntansi online Accurate Online.

Software Akuntansi Accurate Online adalah software akuntansi berbasis web based (atau online) dengan teknologi Cloud ,yang bisa melindungi data anda setingkat keamanan internet banking.

Accurate Online juga bisa menampung ribuan data transaksi kamu dengan tersedianya 200 laporan pembukuan yang siap pakai, mulai dari laporan Rugi-Laba ,  Arus kas dan Buku besar , Laporan penjualan dan Pembelian , hingga proses Rekonsiliasi antar Bank dan fitur Smartlink Ecommerce (bisa rekap transaksi jualan online kamu di 3 marketplace besar : Tokopedia, Bukalapak dan Shopee)

Untuk urusan pajak, Accurate online juga sudah terhubung dengan fitur e-faktur dan eSPT, dan bisa melakukan perhitungan  pajak secara otomatis untuk PPN, PPh 23, PPh 4 ayat 2, PPh 15, PPh 21, dan PPh 22.

Selain itu, software akuntansi Accurate Online juga sudah dipercaya oleh masyarakat sebagai brand yang paling diminati dan terbukti 4x berturut-turut mendapatkan TOP Brand Award dari tahun 2016 hingga 2019. (baca beritanya disini : Accurate Onilne dapat TOP Brand Award 4x berturut-turut)

Yuk cobain FREE TRIAL dari Accurate Online selama 30 hari disini !

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top