skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
5 Cara Mudah Bikin Laporan Keuangan Untuk Bisnis Online Kamu

5 Cara Mudah Bikin Laporan Keuangan Untuk Bisnis Online Kamu

Accurate Online – Tokopedia , Bukalapak, Shopee , Lazada, Blibli dan beberapa nama ecommerce di tanah air menjadi “surga” bagi para pelaku bisnis online. Bagaimana tidak, lebih dari 150 juta calon pembeli berkumpul di deretan ecommerce tadi setiap bulannya  , alias ada 5 juta calon pembeli per hari datang ke website ecommerce diatas tadi guys.

10 e-Commerce dengan Jumlah Pengunjung Terbanyak (TW III 2018) – sumber katadata

 

Bayangin guys, buat kamu yang saat ini lagi bergelut di dunia bisnis online, mungkin dari trafik 5juta/hari tadi, kamu fokus mendapatkan 1% saja dari trafik calon pembeli tadi untuk ditawarkan produk jualan kamu, maka omset kamu sudah sebesar 100 juta loh guys. Percaya ga ?

Nih, mimin kasih sedikit ilustrasi perhitungannya :

=> 5 juta calon pembeli per hari x 1% = 50,000 calon pembeli yang mau kamu bidik menjadi calon pembeli produk kamu.

=> dari 50,000 tadi yang sudah tertarik produk kamu, kamu trigger kasih promo agar mereka bener-bener action beli produk kamu, katakanlah 10% saja = 50,000 x 10% = 500 orang yang akhirnya mau beli produk kamu

=> kalo kamu hanya ambil 10ribu saja keuntungan dari setiap transaksi kamu = 500 x Rp 10,000 = Rp 5,000,000/hari

=> Kalo per bulan berapa ? katakanlah sabtu-minggu libur = 5 hari x 4 minggu x Rp 5,000,000 keuntungan/hari

=> Keuntungan kamu 100 Juta per bulan dengan jumlah transaksi sebanyak 10,000 transaksi

 

Wahh, keren kan guys. Cuma ambil untung 10ribu per transaksi aja, udah berpotensi dapet omset 100juta per bulan. Sekilas memang menyenangkan, tapi kira-kira sanggup ga kalo kamu harus manage 10ribu transaksi tadi, belum lagi kamu harus cek in satu per satu setiap transaksi pembelian yang masuk.  Gimana ya caranya agar laporan keuangan bisnis online kamu jadi tertata rapih.

Berikut mimin kasih 5 Cara Mudah Untuk Bikin Laporan Keuangan Bisnis Online Kamu Rapih

1. Catat Semua Transaksi Yang Terjadi

“Mencatat” adalah bagian paling penting dari pembukuan. Catat apapun yang terjadi di setiap transaksi bisnis online kamu, mau itu nominalnya kecil apalagi besar. Catat transaksi pembelian produk kamu, catat pembelian produk kamu dari supplier, catat biaya operasional kamu : beli listrik, beli makan, bayar ekspedisi, bayar gaji karyawan, dll.

Intinya kamu harus rajin mencatat secara konsisten dan rapih guys. Pencatatan ini nantinya akan sangat berguna untuk mengetahui barang apa yang laris terjual, berapa jumlah transaksi yang terjadi per harinya, berapa banyak pengeluaran kamu setiap hari, dan lain sebagainya.

Kalo pencatatan kamu rapih, ketika akhir bulan kamu pengen merekap jumlah barang yang terjual dan berapa banyak transaksi yang terjadi bisa dipantau secara mudah. Kamu bisa tau secara mudah, berapa banyak sih keuntungan yang kamu dapatkan bulan ini.

2. Mulai Pisahkan Rekening Pribadi dan Rekening Bisnis

Mulai pisahkan antara rekening pribadi kamu dan rekening bisnis kamu guys. Agar uang yang masuk tidak tercampur. Bayangin guys, klo bulan pertama kamu punya omset masuk di rekening kamu sebanyak 30 juta, lalu kamu ada keperluan pribadi 10 juta, ketika kamu mau belanja barang lagi, uangnya kurang.

Ternyata ada uang modal kamu yang terpakai untuk keperluan pribadi kamu, karena katakanlah kamu malas mencatat sebetulnya berapa duit keuntungan yang boleh kamu gunakan untuk keperluan pribadi kamu , nah hal itu bisa terhindarkan kalo kamu sudah mulai memisahkan uang omset yang masuk tadi. Jika uang itu bersifat keuntungan yang bisa digunakan untuk keperluan pribadi, kamu bisa memasukkan ke rekening pribadi, jika uang modal kamu harus masukkan ke rekening bisnis/usaha , sehingga penggunaan uang tadi bisa lebih tepat guna guys.

3. Hitung Biaya Operasional

Bisnis online memang terlihat tanpa biaya operasional, apa lagi jika kamu hanya menjual produk orang lain atau menjadi seorang reseller tentunya kamu merasa tidak ada biaya operasional, seperti biaya produksi. Namun, kamu tidak boleh melupakan biaya listrik, internet, dan biaya operasional untuk bahan bakar kendaraan, seperti untuk melakukan pengiriman dari toko ke lokasi pengiriman.

Kalau kamu memiliki website, maka kamu harus menyisihkan biaya untuk maintenance website, dan biaya iklan di media sosial atau mesin pencari (SEO). Nah, biaya-biaya tadi  bisa masuk dalam biaya operasional juga.

Dengan kamu mulai disiplin untuk menghitung biaya operasional tadi akan memudahkan kamu dalam membuat laporan keuangan secara bulanan nantinya.

4. Disiplin Meng-Gaji Diri Sendiri

Agar uang hasil bisnis online bisa kamu nikmati, cobalah untuk mengaji diri sendiri. Bagaimana caranya? kamu dapat mengambil beberapa persen dari keuntungan yang kamu miliki sebagai gaji kamu.

Ingat, dalam mengambil persentasi untuk gaji selalu memperhatikan berapa keuntungan yang kamu peroleh dari berjualan atau berbisnis online tersebut. Jangan sampai, kamu mengambil gaji berlebihan padahal modal kamu menjalankan bisnis online belum kembali. Dan pikirkan juga untuk mendapatkan modal untuk mengembangkan usaha. Disinilah, pentingnya sebuah catatan sejak awal kamu melakukan transaksi.

5. Buat Laporan Keuangan Harian dan Bulanan

Jika bisnis yang kamu miliki sudah banyak transaksi dalam satu hari, seperti ilustrasi diatas, maka kamu wajib mencatat segala transaksi harian. Hal ini untuk memudahkan kamu merekap setiap transaksi yang terjadi secara harian.

Jangan sampai, kamu malas mencatat . Karena dari catatan transaksi harian tadi, di akhir bulan kamu nantinya akan lebih mudah untuk membuat suatu laporan penjualan selama 1 bulan secara utuh.

Transaksi yang dicatat bukan hanya transaksi masuk, melainkan juga transaksi keluar. Anda harus mencatatnya secara jelas dan sebaik mungkin. Sehingga ketika dalam satu bulan, maka Anda bisa membuat sebuah laporan keuangan bulanan dan bisa melihat perkembangan keuangan usaha milik Anda.

Kira-kira pembukuan apa saja yang harus saya lakukan agar semua catatan transaksi di pembukuan usaha saya lengkap. Kamu bisa baca disini guys :  5 Jenis Pembukuan Yang Wajib Ada Supaya Bisnis Kamu Tumbuh dan Berkembang !

5 hal diatas tadi bisa dengan mudah kamu lakukan jika kamu menggunakan aplikasi pembukuan untuk usaha kamu.

Dengan software akuntansi Accurate Online, pencatatan transaksi dari ecommerce tempat kamu berjualan online bisa dilakukan secara otomatis, bahkan Accurate Online bisa me-rekap secara otomatis semua transaksi penjualan online kamu di 3 ecommrce besar : Tokopedia, Bukalapak, Shopee.

Gimana caranya Accurate Online bisa me-rekap otomatis transaksi jualan kamu di Ecommerce ? Simak video ini !

 

Eitss, jangan buru-buru ambil keputusan untuk membelinya, kamu bisa kok mencoba software akuntansi Accurate Online ini secara GRATIS selama 30 hari. Mau ?

Accurate Online Bikin Bisnis Online Kamu Jadi Mudah !

 

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top