skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
Masa Sih UKM Dan UMKM Bisa Jadi Jawara Baru Komoditi Ekspor Indonesia? Cari Tahu Di Sini

Masa Sih UKM dan UMKM Bisa Jadi Jawara Baru Komoditi Ekspor Indonesia? Cari Tahu di Sini

UKM dan UMKM, Jawara Baru Komoditi Ekspor Indonesia – Seperti yang sedang ramai diberitakan belakangan ini bahwa perekonomian global tengah mengalami pelemahan yang mana ditandai dengan ketidakstabilan kondisi ekspor Indonesia.

Dilansir dari Detik.com Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Indonesia pada Mei 2019 sebesar US$ 14,74 miliar. Dibandingkan April 2019 atau bulan sebelumnya mengalami kenaikan 12,42% sedangkan jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu turun 8,99%.

Peningkatan ekspor secara bulanan atau month to month (mtm) terjadi karena migas dan non migas. Ekspor migas secara bulanan naik 50,19% dengan rincian minyak mentah turun 5,4% dan hasil minyak turun 52,7% sedangkan ekspor gas naik 99,40%. Selanjutnya sektor pertambangan secara bulanan dan tahunan tercatat mengalami penurunan masing-masing 1,76% dan 14,33%. Penurunan ini terjadi karena harga komoditas yang turun.

Selanjutnya ekspor non migas meningkat 10,16% didukung komoditas lemak dan hewan nabati, perhiasan permata dan bahan bakar mineral.

UKM dan UMKM Indonesia, Solusi untuk Perlambatan Ekonomi Global

Sementara itu pada lain kesempatan, Presiden Jokowi meyakini perlambatan ekonomi global tidak akan menghambat pertumbuhan UKM danUMKM Indonesia. Karena menurut beliau produk-produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah memiliki segmentasi pasar sendiri di tengah pelemahan ekonomi global.

“Sebetulnya kan, pasar-pasar tertentu itu masih banyak peluang. Jangan masuk yang mass product, itu bersaing kita kalah dengan negara-negara yang sudah memproduksi secara massal,” katanya seusai meninjau Pameran Karya Kreatif Indonesia (KKI) di Jakarta Convention Center, yang dilaksanakan pada Jumat 12 Juli 2019 lalu.

Dilansir dari Bisnis.com, Presiden Jokowi menyatakan produk-produk unggulan UKM dan UMKM misalnya kerajinan atau kain tradisional sudah tidak diragukan kualitasnya secara internasional. Jika ingin menang di pasar global, Jokowi ingin para pengusaha UKM dan UMKM bisa fokus di segmen ini. “Ada banyak peluang yang bisa dimasuki tapi itu adalah jenis yang niche, tertentu. Tapi kalau dalam pasar global kan gede banget,” jelasnya.

Sebelumnya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) mencatat nilai Produk Domestik Bruto Ekonomi Kreatif pada tahun 2016 mencapai Rp922,59 triliun. Pada tahun yang sama, nilai ekspor industri ekonomi US$20 miliar atau sebesar 13,77% dari total ekspor Indonesia. Adapun, tiga subsektor penyumbang ekspor tertinggi adalah fesyen, kriya, dan kuliner.

Siapkan UKM dan UMKM Anda untuk Masuki Pasar Ekspor

Maka dari itu, yuk untuk seluruh UKM dan UMKM Indonesia segera persiapkan produk bisnis Anda untuk segera masuk ke dalam pasar ekspor internasional! Ada banyak peluang besar yang bisa Anda ambil selaku pemilik produk yang tidak diproduksi oleh negara lain seperti kerajinan, kain tradisonal, makanan tradisional dan sebagainya.

Segera sesuaikan standar kualitas produk UKM dan UMKM untuk dapat memasuki pasar ekspor. Mulailah untuk membawa bisnis UKM dan UMKM masuk ke ranah digital agar produk bisnis Anda dapat dikenal luas bahkan sebelum Anda memasuki pasar ekspor tersebut.

Baca Juga: 4 Langkah Jitu UKM dan UMKM Go Digital.

Selain itu, Anda juga harus segera mempersiapkan laporan keuangan UKM dan UMKM saat ingin melakukan pendaftaran produk bisnis ke dalam pasar ekspor. Accurate Online hadir untuk membantu UKM dan UMKM membuat laporan keuangan dengan mudah.

Gak Percaya? Coba Langsung Accurate Online, di Sini. GRATIS!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top