skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
Bisnis Kuliner, Bisnis Yang Tidak Akan Pernah Mati. Yakin?

Bisnis Kuliner, Bisnis yang Tidak akan Pernah Mati. Yakin?

Bisnis Kuliner, Bisnis yang Tidak akan Pernah Mati – Makanan merupakan kebutuhan pokok manusia yang pastinya tidak akan ada manusia yang mampu hidup tanpa adanya makanan. Maka dari itu makanan pun kini dijadikan komoditi bisnis yang tak akan ada matinya.  Selama manusia masih hidup dan tinggal di muka bumi ini, maka selama itu lah bisnis ini akan tetap eksis dan potensial untuk dijalankan.

Tidak hanya itu, berbeda dengan beberapa bidang bisnis lain nya yang hanya bisa menargetkan kalangan masyarakat tertentu, bisnis kuliner dapat ditargetkan untuk semua kalangan masyarakat. Itu lah kenapa bisnis kuliner disebut – sebut memiliki potensi yang luar biasa besar.

Sebagai gambaran, jika Anda ingin serius menekuni usaha ini, untuk masa yang akan datang banyak potensi besar yang bisa Anda raih berupa captive market, coba Anda lihat target market berikut ini

  1. Rumah Sakit ;
  2. Pabrik ;
  3. Tambang Batu Bara, Emas, Minyak & Gas
  4. Kapal Penumpang Pelayaran Nasional Indonesia (PELNI) ;
  5. Pesawat Terbang Rute Dalam dan Luar Negeri ;

Baca Juga: Peluang Usaha Kuliner Tahu Bulat

Target market diatas hampir sebagian besar untuk pelayanan makan karyawan, pasien, dan penumpang mereka di outsourcing kepada pihak penyedia jasa catering. Untuk tahap awal merintis usaha kuliner, Anda bisa mencari informasi tentang catering di pabrik atau rumah sakit dengan skala pelayanan yang lebih kecil, biasanya untuk dapat kontrak pelayanan jasa boga tersebut diadakan tender secara terbuka oleh instansi tersebut.

Maka dari itu, ada beberapa strategi operasional yang harus diterapkan untuk mengembangkan bisnis kuliner Anda saat ini, yaitu:

Standarisasi Produk

Hal yang perlu dijaga adalah kualitas dan citra rasa produk. Ciri khas masakan Anda yang telah dikenal oleh user tidak boleh berubah-ubah, Anda perlu membuat “Standard Recipe” atau standarisasi resep masakan. Jangan menggunakan ukuran (contohnya 1 siung bawang putih), hal ini akan menyulitkan Anda ketika akan memproduksi dalam jumlah yang besar. Gunakan standarisasi misalnya gram atau liter, sebagai contoh Anda bisa melihat blog : Resep Masakan Nusantara ;

Membuat Daftar Menu

Jika Anda melayani usaha catering di perumahan, perkantoran, atau di pabrik, membuat siklus daftar menu harian, mingguan, hingga bulanan adalah suatu keharusan, buatlah variasi menu dengan teliti dengan mempertimbangkan aspek biaya yang secara signifikan mempengaruhi harga jual ;

Perencanaan Sumber Daya Manusia

Sebagai persiapan dimana bisnis Anda akan berkembang pesat di masa yang akan datang, sudah seharusnya Anda mempersiapkan calon tenaga kerja, jika Anda tidak begitu pintar dalam memasak, di awal usaha merekrut seorang tukang masak atau chef merupakan suatu keharusan, memperkerjakan waiter atau waitress jika Anda ingin mengelola rumah makan atau restoran, termasuk kedepannya harus memiliki staf administrasi.

Perencanaan kapasitas produksi yang optimal

Kita harus bisa menghitung berapa jumlah kapasitas produksi minimum yang menghasilkan laba sama dengan nol atau Break Event Point (BEP) dimana jumlah kapasitas produksi harus bisa menutupi seluruh biaya yang telah dikeluarkan, buat target usaha di awal dan Anda harus bisa melampaui angka ini ;

Perencanaan Harga Jual

Anda harus menetapkan harga jual yang bersaing baik dari sisi kualitas maupun kuantitas, dapat mengklasifikasi biaya (Cost Accounting) dalam penentuan HPP atau Harga Pokok Produksi (Cost of Good Sold), pastikan seluruh komponen biaya dihitung baik secara langsung (Direct Cost) maupun tidak langsung (Indirect Cost) dan termasuk di dalamnya biaya penyusutan peralatan (Depreciation Cost) ;

Baca Juga: Cara Menentukan Harga Pokok Penjualan Produk Bisnis Anda

Perencanaan Manajemen Persediaan

Kita harus mampu merencanakan berapa jumlah persediaan (Inventory) yang paling minimum dan efektif namun tidak menggangu proses produksi. Perencanaan ini sangat mempengaruhi efisiensi jumlah modal kerja yang dibutuhkan. Jenis persediaan di usaha kuliner sifatnya fast moving dimana perputarannya sangat cepat, salah satu faktornya adalah untuk menjaga kualitas bahan baku agar tetap segar saat diolah. Alur keluar masuk persediaan harus tetap dijaga dengan menggunakan metode FIFO (First in First Out) dimana bahan baku yang lebih awal dibeli digunakan terlebih dahulu ;

Perencanaan Distribusi

Hitung seberapa besar kapasitas produksi, jika pendistribusiannya cukup menggunakan sepeda motor, upayakan untuk membuat box khusus untuk menambah daya tampung dan menjaga makanan tetap dalam kondisi higienis.

Pengendalian dan pengawasan kualitas produk (Quality Control)

Kita harus mampu mengawasi proses produksi mulai dari awal hingga produk jadi. Pilihlah supplier bahan baku yang terpercaya, namun harus tetap memeriksa apakah bahan baku yang dikirim kualitasnya dalam kondisi baik, dan yang terpenting periksalah kualitas produk jadi apakah sudah sesuai dengan standarisasi yang telah ditetapkan hal ini untuk menjaga tingkat kepuasan konsumen.

Perencanaan Anggaran Keuangan (Budgeting).

Bagaimana langkah dalam penyusunan budget bisa Anda baca : Tujuan & Strategi Menyusun Budgeting, sebagai referensi berikut saya berikan contoh : Anggaran Usaha Kuliner.

Budget Perencanaan tersebut terdiri dari :

  1. Laba Rugi (Income Statements) ;
  2. Arus Kas (Cashflow Statements Projection) ;
  3. Neraca (Balance Sheets), dan ;
  4. Anggaran investasi peralatan produksi (Capital Expenditure).

Accurate Online, Software akuntansi berbasis cloud yang dapat membantu Anda untuk mengelola keuangan bisnis kuliner. Cukup input anggaran serta transaksi usaha Anda maka laporan laba rugi, arus kas, neraca serta laporan keuangan bisnis lainnya dapat diselesaikan dalam kurun waktu 1 menit.

Penasaran? Buktikan Sendiri, Accurate Online 2019, GRATIS

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top