fbpx

3 Proses Akuntansi Pada Bisnis yang Wajib Dijalankan oleh Pengusaha

proses akuntansi pada bisnis kecil

Membangun sebuah bisnis bukanlah hal yang mudah, banyak tahapan yang harus dilalui hingga bisnis bisa berdiri. Tetapi tidak sampai situ saja, ketika bisnis yang Anda bangun sudah berjalan sudah saatnya Anda memikirkan bagaimana mengembangkan usaha milik Anda serta bagaimana proses akuntansi pada bisnis yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan bisnis.

Banyak sekali pengusaha di Indonesia yang tidak melakukan proses akuntansi dalam bisnisnya. Sehingga mereka selalu menganggap bisnis yang sudah dijalankannya tidak pernah berkembang, bahkan keuangannya pun tidak pernah terpantau dengan baik. Hal ini banyak ditemukan pada pemilik bisnis di Indonesia.

Harusnya sebagai pemilik bisnis, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan bisnis Anda, terutama proses akuntansi pada bisnis yang harus dilakukan untuk mengelola keuangan pada bisnis milik Anda. Sebenarnya tak sulit dalam melakukan proses akuntansi, karena pada umumnya proses akuntansi hanya melalui tiga tahapan saja. Berikut tiga tahapan akuntansi yang umum dilakukan pada bisnis.

Proses Pencatatan

Sebagai seorang pebisnis, Anda memang sudah seharusnya melakukan pencatatan dalam setiap transaksi yang bermunculan selama periode tertentu. Proses pencatatan dapat dikatakan juga sebagai proses pembukuan yang dilakukan secara teratur sebagai bahan informasi keuangan usaha.

Proses pencatatan tidak hanya dilakukan untuk mencatat keuangan masuk saja. Melainkan juga setiap proses yang berkaitan dengan berkurangnya harta bisnis. Baik itu harta keluar, seperti pengajian karyawan maupun untuk biaya operasional usaha lainnya, seperti biaya listrik, telepon, maupun biaya internet.

Pencatatan juga bisa dilakukan menggunakan bukti-bukti transaksi yang ada, seperti nota, invoice, dan kwitansi. Setelah itu, proses pencatatan dilakukan dengan mengolongkan bukti-bukti transaksi yang ada, baik itu bukti transaksi masuk maupun bukti transaksi keluar. Semuanya harus jelas dan jumlah angkanya harus sesuai dengan apa yang ada di bukti transaksi.

Setelah catatan pembukuan tercatat rapih, maka selanjutnya dilakukan pencatatan jurnal. Penjurnalan merupakan pencatatan secara rinci mengenai semua transaksi yang telah terjadi pada suatu periode. Itulah proses penjurnalan. Akhir dari proses penjurnalan adalah proses pencatatan ke dalam buku besar.

Melakukan Peringkasan

Setelah Anda selesai melakukan proses pencatatan hingga ke buku besar, maka tahap selanjutnya adalah melakukan peringkasan. Peringkasan dilakukan untuk memudahkan Anda sebagai pemilik bisnis untuk mengolah dan menganalisa data yang Anda miliki. Peringkasan ini merupakan proses akuntansi pada bisnis yang tidak boleh terlewatkan.

Meskipun dilakukan secara ringkas, Anda tetap harus mengolah data secara jelas, detail dan tentunya akurat. Umumnya tahapan peringkasan ini ada beberapa langkah yang harus dilakukan oleh pengusaha. Banyak pengusaha yang malas melakukan peringkasan ini, karena mereka merasa tidak mengerti dengan cara melakukan peringkasan.

Tahapan pertama dalam proses peringkasan adalah meringkas saldo-saldo yang ada pada buku besar untuk dijadikan neraca saldo. Setelah neraca saldo selesai, Anda akan menyusun jurnal penyesuaian, untuk menyesuaikan transaksi-transaksi yang bermunculan tersebut.

Selanjutnya Anda akan membuat jurnal penutup, dimana jurnal penutup ini digunakan untuk mengetahui jumlah laba atau rugi usaha Anda. Proses akuntansi pada bisnis selanjutnya dan umum dilakukan adalah membuat neraca saldo setelah penutupan.

Setelah data itu terkumpul, maka data yang ada bisa dijadikan sebagai alat pengambil kebijakan bagi usaha Anda. Apakah Anda ingin mengembangkan usaha, atau hasil laba ingin di investasikan. Semua ini berdasarkan pada data-data yang muncul di proses peringkasan dan akan melihatkan kondisi keuangan usaha Anda.

Pembuatan Laporan Keuangan

Tahap akhir dari semua proses akuntansi pada bisnis adalah pembuatan laporan keuangan. Dimana laporan keuangan ini akan menjadi tahapan akhir. Namun ada sekitar empat jenis laporan keuangan yang harus dibuat untuk menghasilkan data yang akurat mengenai kondisi keuangan usaha. Dan pada bisnis yang sudah berjalan dengan baik, pembuatan laporan keuangan tidak boleh terlewatkan.

Laporan neraca

Laporan neraca merupakan laporan yang berisi mengenai aset, hutang, dan modal.

Laporan Laba Rugi

Laporan laba rugi merupakan laporan yang akan melihatkan kondisi keuangan bisnis, apakah usaha yang Anda jalankan sedang dalam kondisi rugi atau untung.

Laporan Perubahan Modal

Pada umumnya laporan perubahan modal ini berlaku bagi bisnis-bisnis besar. Baik itu jumlah modal yang di setor di awal, hasil keuntungan yang di dapatkan, tambahan modal yang diperoleh, dan laba modal yang ditahan.

Laporan Arus Kas

Laporan arus kas merupakan laporan yang mengambarkan mengenai informasi penerimaan dan pengeluaran kas suatu bisnis. Berupa pendapatan, investasi, beban yang harus dikeluarkan baik itu hutang, dan biaya operasional.

Demikianlah tiga proses akuntansi pada bisnis yang harus dilalui oleh pemilik bisnis. Jika bisnis yang Anda jalankan masih dalam skala kecil apakah perlu menggunakan proses akuntansi? Tentunya perlu, tetapi jika Anda tidak ingin ribet harus melakukan satu per satu, apa lagi Anda tidak memiliki basic akuntansi maka sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi Accurate yang bisa membantu Anda untuk melalui proses akuntansi tersebut.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *