Official Store Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Akuntansi Pemeriksaan Adalah: Definisi, Manfaat dan Tujuan dan Penerapannya

Akuntansi Pemeriksaan

Akuntansi pemeriksaan adalah salah satu kegiatan wajib yang pasti dijalani seorang akuntan pada sebuah perusahaan. Kegiatan akuntansi pemeriksaan atau audit, dilakukan untuk menjaga kesehatan alur keuangan dari sebuah perusahaan.

Maka dari itu, segala aktivitas terutama operasional yang membutuhkan dana diwajibkan harus melalui pemeriksaan akuntansi. Untuk lebih mengenal apa itu akuntansi pemeriksaan, artikel ini akan membahas tuntas definisi, manfaat, tujuan, dan penerapan auditing pada sebuah perusahaan.

Definisi Akuntansi Pemeriksaan

Akuntansi pemeriksaan adalah kegiatan rutin dan wajib dilakukan untuk pemeriksaan akuntansi sebuah perusahaan. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, akuntansi pemeriksaan atau audit ini memiliki tugas utama pemeriksaan laporan keuangan pada sebuah kegiatan usaha.

Seorang auditor (akuntan pemeriksaan) memiliki tugas untuk mengumpulkan dan menganalisa bukti berupa data riil maupun digital sesuai kegiatan yang diaudit. Proses audit dilakukan untuk pencegahan terjadinya kecurangan pada aliran dana pada setiap kegiatan perusahaan.

Bisa dibilang, seorang auditor harus mampu meraba nilai yang akurat maupun wajar pada sebuah kegiatan berdasarkan kondisi yang terjadi dilapangan. Yang menjadi dasar penilaian dari akuntansi pemeriksaan adalah obyektifitas maupun independensi dari sebuah kegiatan usaha yang dianalisis melalui bukti bukti yang ada.

Baca Juga: Akuntansi Nonprofit: Pengertian Lengkap dan Cara Melakukannya

Auditor harus mampu bekerja secara bebas atau tanpa campur tangan dan pengaruh dari pihak manapun. Dengan tugas utama adalah pemeriksaan transaksi yang telah dilakukan dengan standar akuntansi keuangan yang digunakan pada perusahaan tersebut.

Manfaat Akuntansi Pemeriksaan Adalah

Kegiatan akuntansi pemeriksaan adalah salah satu penentu akuntansi sebuah perusahaan dalam keadaan yang baik-baik saja. Dimana proses ini memiliki manfaat bagi berbagai pihak. Adapun manfaat yang dirasakan adalah sebagai berikut ini:

Manfaat Untuk Perusahaan

Berikut ini manfaat proses audit bagi perusahaan:

  •   Menjaga arus keuangan atau perputaran dana tetap stabil.
  •   Mencegah dan menanggulangi terjadinya kecurangan oleh oknum didalam sebuah perusahaan.
  •   Menunjukkan hasil evaluasi pada sebuah kegiatan, kebijakan, peraturan maupun struktur organisasi yang dimiliki perusahaan.
  •   Menunjukkan probabilitas dari laporan untuk kepercayaan publik menggunakan dasar pernyataan atau penilaian terhadap laporan keuangan yang ada (asersi).
  •   Meningkatkan integritas dari seluruh divisi terutama bagian keuangan.
  •   Menjaga operasional perusahaan berjalan dengan semestinya.
  •   Menarik minat calon investor baru, pasalnya dengan adanya audit, kredibilitas maupun profesionalitas perusahaan akan lebih meningkat.
  •   Pengumpulan bukti otentik pada sebuah kasus yang mungkin terjadi pada sebuah kegiatan perusahaan.

Manfaat Untuk Pihak Luar

Adapun pihak luar yang dimaksud adalah calon klien/customer, supplier, kreditur dan juga investor. Berikut ini manfaat proses audit bagi pihak luar:

  •   Menunjukkan transparansi perusahaan terkait anggaran penyelenggaraan kegiatan.
  •   Sebagai dasar kepercayaan untuk pemberian pinjaman.
  •   Bahan untuk klaim asuransi apabila terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.
  •   Menumbuhkan kepercayaan tersendiri pada perusahaan.
  •   Menunjukkan tingkat kredibilitas dan profesionalitas perusahaan untuk penilaian kelayakan penanaman modal.
  •   Memberikan asersi untuk menghadapi masalah yang mungkin terjadi seperti, sengketa pemberian atau pemotongan upah dan gaji, tunjangan pajak maupun asuransi.

Tujuan Dari Akuntansi Pemeriksaan Adalah

Ada beberapa tujuan yang mendasari kegiatan audit pada sebuah perusahaan. Dimana salah satunya adalah untuk memastikan perusahaan berjalan dengan semestinya. Adapun tujuan dari kegiatan akuntansi  pemeriksaan adalah sebagai berikut:

1. Tujuan Kelengkapan Data (Completeness)

Tujuan pertama adalah memastikan bukti atau laporan yang diberikan sudah seluruhnya disetorkan. Hal ini berhubungan untuk pertanggung jawaban anggaran perusahaan yang dikeluarkan dalam operasional sebuah kegiatan usaha.

Seluruh kegiatan yang berhubungan dengan transaksi untuk kepentingan kegiatan usaha, harus dicatat dengan rinci dan disertai bukti pembayaran.

2. Tujuan Akurasi Data (Accuracy)

Tujuan kedua dari akuntansi pemeriksaan adalah akurasi data. Dimana selain lengkap, data yang dilaporkan haruslah akurat. Akurat yang dimaksud mencakup kebenaran data, pencatatan maupun penyusunan data, serta perhitungan saldo masuk maupun keluar.

Selain itu antara kas keluar dan kas masuk  harus seimbang, dimana tidak terjadi ketimpangan nominal dalam laporan yang diberikan. Akurasi data dapat meringankan segala jenis kecurangan yang bisa saja dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab.

3. Riil dan Apa Adanya (Existence)

Melalui proses audit, akan terlihat apakah laporan yang diberikan sesuai dengan bukti dan data dilapangan. Dengan adanya audit, perusahaan khususnya setiap staf yang bertugas khususnya auditor dapat memastikan kegiatan yang dilakukan perusahaan sudah sesuai dengan maksud kegiatan.

Adapun laporan yang dibuat juga dapat dipertanggungjawabkan tingkat existence nya sesuai kondisi yang terjadi.

Baca Juga: Mengetahui lebih Jauh Tentang Pengertian Kas Kecil dalam Akuntansi

4. Tujuan Penilaian

Akuntansi pemeriksaan pada UMKM dan Perusahaan
Seorang akuntan sedang melakukan pemeriksaan data keuangan perusahaan. Source: Corpnet.com

Tujuan selanjutnya bermaksud untuk menilai atau mengevaluasi seluruh kinerja, prinsip, sikap kegiatan, kebijakan maupun aspek penting lainnya untuk kepentingan perusahaan. Sehingga upaya pencapaian tujuan akan segera terlaksana. Hal ini juga memungkinkan perusahaan bekerja secara efisien dan kompetitif.

Dengan adanya tujuan penilaian, seluruh pegawai yang bekerja pada divisinya bisa bekerja dengan lebih hati-hati sesuai SOP yang berlaku.

5. Tujuan Klarifikasi (Clarification)

Akuntansi pemeriksaan juga bertujuan untuk sebuah klarifikasi bagi pertanggungjawaban dana yang diberikan. Oleh sebab itu setiap transaksi yang dilakukan untuk kepentingan maupun kegiatan perusahaan harus dicatat dengan seksama dan terperinci.

Seluruh angka yang terpapar dalam jurnal harus terklasifikasi, sehingga perhitungan laporan tersebut akan menemukan hasil yang tepat.

6. Tujuan Pisah Batas (Cut Off)

Yang dimaksud pisah batas disini adalah pemisahan batas dari pencatatan maupun pembukuan pada periode terdahulu. Atau bisa dibilang pemisahan periode lama dengan periode baru. Hal ini menjadi dasar perhitungan baru untuk neraca awal perusahaan.

Jadi bisa disimpulkan, bahwa cut off adalah pemotongan proses catatan keuangan antar periode. Pemisahan ini juga dapat membantu perusahaan dalam membuat sebuah kebijakan. Sehingga ada perbaikan atau perkembangan dari periode lama dengan periode sekarang.

7. Tujuan Penyingkapan (Disclosure)

Tujuan terakhir dari audit adalah untuk mengungkap jumlah saldo yang dimiliki sebuah perusahaan. Jumlah tersebut akan tertuang pada laporan audit yang dilakukan oleh akuntan pemeriksaan (auditor).

Hal ini yang mendasari seorang auditor harus bekerja secara independen dan bebas dari tekanan orang lain. Karena setiap laporan yang diberikan adalah tanggung penuh (kebenaran) dari seorang akuntan pemeriksaan.

Penerapan Akuntansi Pemeriksaan atau Audit

Dalam penerapan proses kegiatan ini, perusahaan khususnya akuntan pemeriksaan membelah aktivitas tersebut dalam 3 kegiatan, yakni:

1. Penerapan Audit Operasional

Kegiatan pertama adalah kegiatan pemeriksaan akuntansi operasional, kegiatan ini bertujuan menilai efektifitas kegiatan operasional usaha. Kebanyakan perusahaan melakukan kegiatan ini pada akhir masa audit sekaligus melakukan evaluasi pada setiap manajemen divisi, khususnya bagian keuangan.

2. Penerapan Audit Ketaatan

Selanjutnya ada audit ketaatan yang akan menilai seluruh internal maupun external perusahaan (klein, patner, supplier) mengikuti kebijakan yang berlaku. Hal ini juga menjadi penilaian kinerja secara individu maupun personal dari masing-masing staf yang bekerja pada perusahaan tersebut.

Seluruh orang yang terlibat diwajibkan mengikuti peraturan maupun prosedur yang telah ditentukan atau disepakati di awal.

3. Penerapan Laporan Keuangan

Kegiatan terakhir adalah pemeriksaan pada seluruh laporan keuangan perusahaan pada setiap manajemen atau divisi yang ada. Laporan akan dianalisa dan dibandingkan dengan bukti yang ada dan kronologis yang tertera pada laporan.

Kemudian, laporan periode baru dan laporan terdahulu akan dibandingkan untuk menentukan strategi maupun kebijakan yang akan diambil perusahaan untuk kedepannya.

Itulah penjelasan mengenai akuntansi pemeriksaan pada sebuah perusahaan mulai dari definisi, manfaat, tujuan dan penerapannya. Melihat tingkat urgensinya, kegiatan audit menjadi hal yang harus dilakukan oleh setiap perusahaan dan harus dilakukan oleh tenaga ahli.

Untuk lebih memudahkan proses audit, ada baiknya perusahaan mulai beralih ke cara yang lebih modern dengan menggunakan aplikasi akuntansi Accurate dari ABC semanggi. Sistem yang terintegrasi online dengan beragam fitur yang menunjang kinerja perusahaan menjadi lebih efisien.

Apalagi fitur kemudahan membuat laporan otomatis dan kemudahan pengawasan keuangan membuat aplikasi accurate semakin banyak digemari. Segera gunakan accurate untuk kinerja perusahaan lebih baik! Dapatkan juga promo menarik dengan kuota terbatas.

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Rasio Arus Kas: Pengertian, Jenis, dan Rumusnya

Erapuji

Pengertian Akuntansi Anggaran: Jenis dan Manfaatnya

admin

4 Tips Bisnis Online Hoax yang Wajib Diketahui Para Startup Bisnis

Miftah