28.5 C
Jakarta
April 17, 2021
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
accurate news

Bagaimana Nasib Generasi Sandwich di Tengah Corona?

Generasi Sandwich – Generasi milenial merupakan generasi yang lahir mulai dari  pertengahan tahun 1990-an hingga awal 2000-an. Namun sayangnya generasi milenial ini harus mengeluarkan uang lebih tidak hanya untuk mengurus anak, tapi juga merawat orang tuanya yang bisa saja sakit dan membutuhkan pengobatan hal ini karena merawat orang tua memang budaya Indonesia yang kental. Situasi ini dikenal dengan istilah sandwich generation atau generasi sandwich.

Istilah generasi sandwich pertama kali diperkenalkan oleh Dorothy A. Miller, pada 1981. Profesor sekaligus direktur praktikum Universitas Kentucky, Lexington, Amerika Serikat (AS), itu memperkenalkan istilah generasi sandwich dalam jurnal berjudul “The ‘Sandwich’ Generation: Adult Children of the Aging.”

Di dalam jurnal tersebut, Dorothy mendeskripsikan generasi sandwich sebagai generasi orang dewasa yang harus menanggung hidup tidak hanya orang tua dan juga anak-anak mereka. Generasi sandwich ini rentan mengalami banyak tekanan karena mereka merupakan sumber utama penyokong hidup orang tua dan juga anak-anak mereka.

Baca Juga: 5 Pekerjaan Sampingan untuk Mahasiswa

Sandwich digunakan sebagai analogi karena terdiri dari beberapa lapisan yang saling menghimpit. Orang yang teridentifikasi sebagai sandwich generation diibaratkan berada di bagian tengah dari tumpukan tersebut.

Kondisi ini tentu akan memuat beban finansial seseorang semakin berat. Namun, tidak ada asap jika tak ada api. Sandwich generation dihasilkan karena  adanya kegagalan dari generasi sebelumnya dalam merencanakan keuangan.

Dilansir dari Finansial.bisnis.com, Perencana keuangan Budi Rahardjo mengatakan, orang tua dari sandwich generation biasanya tidak menyiapkan tabungan masa pensiun, karena pada masanya perencanaan keuangan dan persiapan hari tua belum menjadi kebutuhan masyarakat Indonesia.

Nasib Generasi Sandwich di Tengah Pandemi

COVID-19 membuat pengeluaran menjadi lebih besar daripada pendapatan, karena bukan hanya pemenuhan kebutuhan mendasar yang harus diprioritaskan selama pandemi.

Banyak kebutuhan ‘ekstra’ seperti layanan jaminan kesehatan yang memadai bagi orangtua yang rentan akan COVID-19, kebutuhan akan pendidikan anak yang sekarang lebih banyak menggunakan fasilitas daring, serta keharusan memiliki dana darurat di tengah ketidakpastian ini membuat kaum sandwich ‘baru’ menjadi sulit dalam menata emosi dan mencari penghasilan tambahan.

Dilansir dari theconversation.com, Hampir 68% kalangan muda yang terjebak dalam lingkaran sandwich mengaku mengalami penurunan pendapatan sejak pandemi merebak, dan 25% diantaranya harus menjual sebagian besar asetnya untuk tetap bertahan hidup sembari menopang keluarganya.

Fenomena ini menjadi indikasi buruk bagi kondisi finansial mereka di masa mendatang, serta butuh perbaikan segera agar benar-benar tidak terjerat menjadi generasi sandwich yang baru.

Lalu Bagaiman Cara Generasi Sandwich Bertahan di Tengah Pandemi?

Bertahan dan beradaptasi seiring pandemi bukanlah hal yang mustahil untuk dilakukan. Apalagi milenial adalah generasi tahan banting yang akrab dengan dinamika global, tentu mereka bisa bertahan dalam menghadapi krisis ini.

Sebuah riset menemukan bahwa milenial Indonesia adalah generasi yang kreatif dan informatif, serta memiliki pola pikir yang berbeda. Milenial dinilai mempunyai pikiran yang terbuka, menjunjung tinggi kebebasan, kritis dan berani.

Jika milenial gagal dari jeratan generasi sandiwich, maka mereka akan jadi generasi yang sibuk menutupi kebutuhan dengan cara berhutang, dan pada akhirnya terancam menjadi miskin.

Baca Juga: Ingin Mendapat Penghasilan Tambahan di Tengah Corona? Simak 5 Peluang Bisnis di Masa Pandemi Corona

Untuk itu manajemen keuangan diperlukan agar tidak semakin terjebak dalam keterjepitan. Agar milenial juga bisa menyelamatkan generasi berikutnya dari kejadian serupa.

Untuk milenial yang masih memiliki penghasilan yang cukup, maka ada beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • pertama; menghitung dengan cermat biaya hidup sehari-hari. Seperti metode yang pernah dicetuskan oleh senator Amerika Serikat Elizabeth Warren, menghitung pengeluaran bulanan dengan menggunakan metode 50/20/30, yakni 50% untuk needs (kebutuhan), 20% untuk savings (tabungan), serta 30% untuk wants (keinginan).
  • kedua; menyiapkan generasi bawah (anak-anak) untuk hidup sederhana dan mengesampingkan kebutuhan sekunder dan tersier, seperti ponsel pintar dan jam tangan yang mahal.
  • ketiga; menabung untuk menyiapkan dana darurat. Poin ketiga ini bisa dilakukan dengan cara mengasah kreativitas dan hobi, semisal memasak dan menjual hasilnya melalui media sosial, berjualan hasil kerajinan tangan di lapak-lapak e-commerce, hingga membuka sesi pelatihan komersil via online (yoga, fotografi atau menulis).

Saat akan mempersiapkan dana darurat generasi ini mau tidak mau harus mulai mencari penghasilan tambahan, karena tidak mungkin mereka hanya bergantung pada gaji utama yang alih-alih akan habis duluan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Saat ini ada banyak peluang usaha yang dapat dijalankan oleh para generasi milenial. Mulai dari peluang usaha dengan modal minim sampai ke peluang  usaha tanpa modal seperti Accurate Digital Partner.

Accurate Digital Partner adalah mitra penjualan resmi dari produk-produk yang dipasarkan oleh https://abcsemanggi.com seperti Accurate Online, Accurate Lite dan Rene POS yang bertujuan untuk membantu UKM dan seluruh pelaku bisnis di Indonesia.

Sudah ada lebih dari 6000 orang yang tergabung menjadi Accurate Digital Partner dengan penghasilan minimal Rp 300.000,- setiap bulannya. Jika kamu bisa memasarkan lebih luas dan menghasilkan penjualan yang lebih banyak lagi, kamu akan mendapatkan hasil yang banyak juga. Masih ada jutaan bonus yang bisa kamu dapatkan sebagai Accurate Digital Partner. Ingin Segera bergabung? Cari tahu caranya di

[andaman_services_button display=”block” andaman_text=”Daftar Accurate Digital Partner Sekarang” andaman_href=”https://abcsemanggi.com/accurate-partner/” color=”blue” andaman_size=”medium” align=”center”]

Related posts

4 Modal Jadi Pengusaha Sukses di 2020!

ademuthia

Yuk, Lebih Cepat Lagi dalam Mencatat Transaksi dengan Accurate POS Beta

Eri Katsir

Penting Gak sih Bikin Laporan Keuangan untuk UKM dan UMKM?

ademuthia

Leave a Comment