fbpx

Catat! 2 Metode Pencatatan Persediaan yang Memudahkan Anda Menghitung Stok

metode pencatatan persediaan

metode pencatatan persediaan. source : exponea.com

Di artikel sebelumnya kita sudah membahas mengenai proses akuntansi pada bisnis retail. Kalian bisa cek langsung artikelnya. Sekarang kita bahas mengenai metode pencatatan persediaan barang pada perusahaan dagang.

Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang melakukan jual beli barang tanpa harus mengubah barang tersebut menjadi barang lainnya. Kegiatan perusahaan dagang ini hanya membeli barang dari supplier lalu di jual kembali kepada konsumen atau yang disebut end user.

Meskipun perusahaan dagang sudah terlihat dengan jelas masuk keluarnya barang. Namun Anda tetap tidak boleh mengabaikan pencatatan persediaan barang dagang. Sebab, kegiatan pencatatan dan akuntansi menjadi salah satu kegiatan penting dalam berbisnis yang tidak boleh diabaikan oleh pengusaha.

Apa saja kegiatan akuntansi yang ada pada perusahaan dagang? Ada tiga jenis transaksi yang umumnya terjadi pada perusahaan dagang. Yaitu transaksi pembelian barang, transaksi persediaan, dan transaksi penjualan kembali.

Disini kita akan membahas mengenai pencatatan transaksi persediaan yang cukup penting dalam kegiatan berbisnis. Oleh karena itu, Anda sebagai pengusaha harus memahami mengenai pencatatan persediaan dengan baik dan benar. Untuk mengurangi terjadinya kerugian akibat salah menghitung stok persediaan.

Pada umumnya, perusahaan dagang memiliki dua jenis pencatatan, yaitu pencatatan metode periodik (periodic inventory system) dan metode perpetual (terus menerus). Apa sih beda keduanya? Yuk kita ulas bersama.

2 Metode Pencatatan Persediaan dalam Akuntansi

Metode Periodik

Pencatatan model periodik atau periodic inventory system adalah proses pencatatan barang dagang dengan menggunakan metode fisik. Ada yang mengatakan metode yang satu ini merupakan metode termudah dalam mencatat persediaan. Mengapa demikian?

Metode periodik, akan memisahkan antara pencatatan pembelian dan penjualan dibedakan menurut akun masing-masing. Pencatatan atas pembelian akan dicatat dengan mendebet akun pembelian dan mengkredit kas atau utang. Sementara itu, akun penjualan akan dicatat dengan debet akun kas atau piutang dan mengkredit akun penjualan.

Ada kelemahan dalam metode yang satu ini. Mengapa? Karena pencatatan stok atau persediaan tidak dilakukan setiap saat. Namun dilakukan hanya sekali dalam satu periode akuntansi. Dengan begitu, perusahaan hanya akan mengetahui stok persediaan dengan melakukan penghitungan fisik atau stock opname dengan jumlah persediaan barang yang ada di gudang.

Umumnya pencatatan metode ini cocok dilakukan untuk barang-barang yang memiliki nilai cukup murah namun penjualannya sering dilakukan. Misal produk-produk kebutuhan sehari-hari yang cukup murah produknya sering dilakukan.

Metode ini juga memiliki kelemahan, disebabkan penghitungan dilakukan hanya saat akhir periode. Sehingga sulit dalam mendeteksi kehilangan barang. Metode ini juga cukup sulit dalam penentuan dan penetapan harga pokok penjualan.

Tetapi, jika Anda tetap menggunakan metode ini. Anda harus membuat jurnal penyesuaian. Serta pencatatan barang dagang disusun berdasarkan jumlah atau saldo persediaan pada akhir barang dan data penyesuaian akhir periode. Agar pencatatan persediaan bisa tersusun secara akurat.

Metode Pencatatan Perpetual

Metode perpetual sering juga disebut dengan metode terus menerus, metode ini mengharuskan Anda harus melakukan pencatatan secara terus menerus secara detail dan terperinci. Menyesuaikan pada transaksi pemasukan dan pengeluaran persediaan barang. Termasuk ketika ada barang yang di retur, maka segera dilakukan pencatatan.

Jenis pencatatan perpetual bisnis akan memudahkan Anda dalam melakukan penyusunan laporan neraca serta laba rugi usaha. Karena perusahaan melakukan pencatatan secara berkala, sehingga memudahkan perusahaan dalam mengetahui persediaan sebenarnya.

Dengan pencatatan perpetual, perusahaan tidak perlu lagi melakukan penghitungan fisik atau melakukan stock opname untuk menghitung persediaan barang tersisa di gudang. Barang-barang yang cocok dilakukan penghitungan dengan metode ini, merupakan barang-barang yang memiliki nilai jual cukup tinggi. Seperti mobil, motor, perabotan, dan sebagainya.

Itulah perbedaan dua metode pencatatan persediaan yang sering digunakan pada perusahaan dagang. Kedua jenis pencatatan diatas bisa dilakukan dengan menyesuaikan produk apa yang Anda jual, seperti yang telah di ulas dalam beberapa paragraf di atas.

Jika Anda bingung melakukan hal tersebut. Anda bisa menggunakan Accurate Online untuk memudahkan Anda dalam melakukan pencatatan usaha dagang Anda. Di Accurate Online terdapat fitur penyesuaian persediaan. Sehingga setiap pencatatan dan stok fisik dalam gudang bisa di hitung dengan mudah.

Apabila Anda memiliki banyak gudang penyimpanan, Anda tak perlu khawatir. Accurate Online memiliki fitur multigudang yang bisa Anda gunakan untuk menghitung jumlah persediaan barang di setiap gudang yang Anda miliki. Accurate Online bisa menjadi andalan Anda untuk menghitung persediaan barang Anda secara tepat dan akurat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *