ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
Uncategorized

Dampak Negatif Inflasi dan Cara Tepat Untuk Mengatasinya

Istilah inflasi kerap kali terdengar dalam kehidupan sehari-hari masyarakat. Berdasarkan kamus besar bahasa indonesia atau KBBI, inflasi adalah suatu kemerosotan nilai mata uang yang dikarenakan cepat dan banyaknya uang dalam peredaran, sehingga dampak inflasi bisa menyebabkan meningkatnya harga barang.

Dampak inflasi yang sederhana adalah katakanlah Anda harus membeli buku yang pada awalnya seharga Rp 50.000 pada bulan Januari 2019, tapi setahun kemudian buku tersebut meningkat seharga Rp 60.000. Kondisi tersebut menandakan bahwa uang Anda sudah mengalami penyusutan karena nilai pada harga buku tersebut meningkat.

Dikutip dari  Badan Pusat Statistik atau BPS, inflasi adalah kenaikan harga barang dan jasa secara umum terhadap kebutuhan pokok masyarakat atau menurunnya daya jual mata uang pada suatu negara.

Lantas apa penyebab harga barang menjadi naik? Penyebabnya adalah jumlah permintaan masyarakat pada suatu barang yang tidak sesuai dengan jumlah barang yang ada dan memang mata uang tersebut tidak memiliki nilai intrinsik yang baku. Sehingga, nilai harga pada suatu barang pasti akan selalu meningkat jika ditakar dengan mata uang.

Meskipun demikian, walaupun dampak negatif inflasi sangat banyak, masih ada beberapa dampak positif dari inflasi hanya bila dilakukan dan dikendalikan secara tepat.

Berikut ini adalah berbagai dampak inflasi tersebut.

9 Dampak Negatif Inflasi

1. Dampak Inflasi terhadap Pendapatan

Inflasi mampu mengubah pendapatan masyarakat di suatu negara. Perubahan ini bisa bersifat menguntungkan atau merugikan. Untuk beberapa kondisi sepert inflasi lunak, inflasi masih mampu membantu perkembangan ekonomi. Inflasi ini mampu membantu pengusaha dalam memperluas produksinya, sehingga akan tumbuh kesempatan kerja dan pendapatan seseorang.

Namun, untuk masyarakat dengan penghasilan yang tetap, inflasi justru akan membuat mereka menjadi rugi karena penghasilan mereka yang tetap hanya bisa mereka gunakan untuk memperoleh barang atau jasa yang lebih sedikit.

Bila kita perhatikan perspektif masyarakat Indonesia saat ini, seringkali inflasi justru bisa membawa kerugian bagi masyarakat kelas bawah. Untuk itu, seringkali timbul reaksi kecaman pada pemerintah yang dianggap tidak mampu membuat kebijakan tepat, sehingga menyebabkan inflasi terus meningkat.

Sekecil apapun inflasi kan mampu menimbulkan permasalahan. Untuk itu, pemerintah memiliki peran yang penting untuk memberikan intervensi kebijakan dan menyediakan keperluan barang masyarakat ataupun memeratakannya hingga ke seluruh daerah agar bisa ditingkatkan.

2. Terganggunya Stabilitas Ekonomi

Dampak inflasi pun bisa mengganggu stabilitas ekonomi pada suatu negara. Kenapa? karena ketika terjadi inflasi, kemungkinan besar inflasi akan terus berlangsung pada komoditas lain dan terus meningkatkan harganya. Selain itu, setiap konsumen yang memutuskan membeli komoditas dalam jumlah yang banyak sebelum harga komoditas meningkat juga bisa meningkatkan tingginya permintaan di pasar.

Namun disisi lain, pihak produsen harus menurunkan penawaran karena ketika melakukan proses penjualan tersebut bisa menyebabkan produsen memperoleh keuntungan yang besar.

 

3. Dampak Inflasi Untuk Kreditur

Untuk pihak kreditur, dampak inflasi akan semakin menampar mereka. Karena inflasi, pasti nilai mata uang yang mereka peroleh akan lebih sedikit daripada ketika awal mereka meminjamkannya.

4. Orang yang Berpenghasilan Tetap

Seperti yang kita singgung sebelumnya, mereka atau kita yang berpenghasilan tetap, baik itu PNS atau Pegawai Swasta akan sangat terkena dampak inflasi ini. inflasi akan meningkatkan harga barang yang mana pada saat bersamaan penghasilan mereka setiap bulan tidak ikut naik.

Selain itu, kesejahteraan masyarakat juga akan menurun karena menurunnya daya beli masyarakat.

5. Perekonomian Nasional

Dalam ruang lingkup yang lebih luas, dampak inflasi akan mempengaruhi perekonomian nasional. Dari sudut pandang pihak pemerintah, inflasi memang dianggap menguntungkan untuk mereka yang mempunyai tingkat pendapatan yang lebih besar daripada laju inflasi yang sedang terjadi.

7. Dampak Inflasi Terhadap Ekspor

Saat inflasi sedang terjadi, maka daya saing ekspor akan turut berkurung. Hal ini dikarenakan harga barang ekspor akan semakin mahal. Inflasi hanya akan menyulitkan pihak eksportir dan importir.

Negara akan mengalami dampak inflasi berupa kerugian karena daya saing barang ekspornya turut berkurang. Sehingga, jumlah penjualan pun akan berkurang dan devisa negara semakin menipis.

8.  Dampak  Inflasi Terhadap Minat Orang untuk Menabung

Ketika inflasi, pendapatan riil di setiap nasabah juga tentu akan berkurang, kenapa? karena jumlah bunga yang diterima pun berkurang. Tapi, untuk mengatasi hal ini, umumnya bank akan meningkatkan suku bunga pada nasabah agar bisa menarik minat mereka untuk menabung dan menekan peredaran uang di pasar.

Untuk itu, ketika inflasi besar sedang terjadi, umumnya akan banyak nasabah yang memiliki tabungan.

9. Dampak Inflasi Terhadap Kalkulasi Harga Pokok

Dampak inflasi akan menyebabkan penetapan harga pokok menurun atau meningkat. Hal itu terjadi karena persentase inflasi yang tidak teratur, setiap pihak tidak bisa memastikan persentase inflasi pada masa tertentu. Sehingga, penetapan harga pokok dan juga harga jual seringkali menjadi tidak tepat. Kondisi ini bisa mengacaukan perekonomian, khususnya para produsen dalam negeri.

Dampak Positif Inflasi

Kemungkinan akan terasa sedikit ganjil bila inflasi bisa menjadi suatu hal yang positif. Untuk itu, kita akan sedikit membahasnya.

Nah, bila kita membicarakan siapa saja yang bisa merasakan dampak positif inflasi, maka jawabannya adalah debitur. Mereka bisa mendapatkan keuntungan besar karena inflasi, karena uang yang dikembalikan ke kreditur tentu akan lebih rendah daripada saat pertama kali meminjamnya.

Pihak lain yang akan merasakan dampak positif inflasi adalah pebisnis atau para wirausaha dalam negeri. Kenapa? karena mereka akan memperoleh pendapatan yang lebih banyak daripada kenaikan biaya produksi yang mereka sudah keluarkan.

Jika barang naik, maka produsen pun akan semakin terdorong untuk meningkatkan jumlah barang milik mereka. Adanya peningkatan ini akan membuat penghasilan para produsen menjadi menurun, terlebih lagi bila barang yang dijual adalah barang yang tergolong kebutuhan pokok.

Cara Mengatasi Dampak Inflasi

Biasanya, dampak inflasi tidak bisa dicegah oleh cara apapun. Untuk itu, hal yang bisa dilakukan saat terjadi inflasi adalah mencari solusi agar bisa mengatasi inflasi dengan tepat.

Cara mengatasi dampak inflasi adalah dengan menerapkan beberapa kebijakan moneter, kebijakan fiskal dan juga kebijakan lainnya. Berikut ini adalah penjelasannya.

1. Kebijakan Moneter

Saat terjadi inflasi, maka pemerintah harus menerapkan kebijakan moneter untuk bisa menjaga kestabilan moneter. Sehingga, kesejahteraan masyarakat bisa meningkat dan dampak inflasi pun bisa teratasi. Beberapa kebijakan moneter yang bisa diterapkan ada tiga, yaitu:

  • Kebijakan Diskonto: Meningkatkan suku bunga agar masyarakat bisa semangat lagi untuk menabung di bank.
  • Kebijakan Penetapan Persediaan Kas:  Menetapkan persediaan uang yang saat itu sedang beredar luas dan menetapkan persediaan uang kas di berbagai bank konvensional. Pihak yang bertanggung jawab dalam mengurangi peredaran uang pada dasarnya adalah bank sentral.
  • Kebijakan Operasi Pasar Terbuka: Mengurangi peredaran uang dengan cara menjual berbagai surat berharga negara.

2. Kebijakan Fiskal

Selain melakukan kebijakan moneter, kebijakan fiskal juga bisa ditempuh dengan guna mengatasi laju inflasi. Cara ini bisa ditempuh agar bisa memengaruhi penerimaan dan juga pengeluaran pemerintah negara. Setidaknya, ada dua hal yang bisa dilakukan negara, yaitu:

  • Meningkatkan tarif pajak untuk setiap perusahaan dan rumah tangga agar tingkat konsumsinya menurun. Sehingga, harga barang dan jasa juga akan turun dan masalah inflasi bisa teratasi.
  • Menghemat pengeluaran belanja pemerintah, sehingga permintaan pada barang dan jasa yang mampu menurunkan harga bisa berkurang.

3. Kebijakan Lainnya

Kebijakan efektif lainnya yang bisa ditempuh agar bisa mengatasi inflasi selain dengan menerapkan kebijakan moneter dan kebijakan fiskal ada dua. Pertama, dengan meningkatkan produksi dan juga menambah jumlah barang yang ada di pasar. Hal sederhana yang bisa dilakukan pemerintah adalah menurunkan harga bea masuk pada barang impor.

Kedua, pemerintah juga bisa mengendalikan harga barang yang ada. Tapi, kebijakan ini harus dilakukan dengan penuh perhitungan dan realistis agar nantinya tidak terjadi di pasar gelap.

Fenomena ekonomi seperti terjadinya inflasi ini umumnya membuat masyarakat merasa kebingungan dan tidak mengetahui faktor penyebabnya. Kenapa? karena masalah ini terjadi secara mendadak dan tidak bisa diprediksi.

Untuk itu, saat terjadi inflasi, ada tiga jenis teori yang bisa digunakan untuk menganalisa penyebabnya, yaitu:

  • Teori kuantitas: Inflasi terjadi karena terlalu banyak uang beredar di masyarakat yang menyebabkan kenaikan harga barang dan jasa
  • Teori Keynes: inflasi terjadi saat suatu golongan masyarakat untung hidup diatas kemampuan ekonomi yang dimilikinya.
  • Teori Struktural: Produsen tidak secara cepat mampu mengantisipasi kenaikan permintaan barang karena adanya pertambahan penduduk.

 

Penutup

Demikianlah penjelasan dari kami tentang berbagai dampak inflasi yang harus diketahui oleh seluruh lapisan masyarakat di Indonesia, baik itu dari pebisnis, pekerja, hingga masyarakat umum. Sehingga, mereka bisa mengambil tindakan nyata dan efektif ketika terjadi serangan inflasi.

Khusus untuk pebisnis, serangan inflasi ini harus bisa diantisipasi dan dihadapi dengan serius, karena akan berdampak pada kondisi kesehatan finansial perusahaan. Untuk itu, pebisnis harus bisa mengelola keuangannya dengan rapi dan akurat.

Nah, agar lebih mudah lagi dalam mengelola keuangan, Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Aplikasi akuntansi ini mampu membantu Anda dalam mengelola keuangan secara tepat dan akurat dengan adanya fitur dan layanan yang sangat mudah digunakan.

Selain itu, Anda juga bisa memantau seluruh laporan keuangan Anda secara real-time di mana saja dan kapan saja menggunakan laptop atau smartphone yang sudah terkoneksi dengan internet, kenapa? karena software ini dikembangkan dengan basis cloud system.

Seluruh layanan dan fitur di dalam Accurate Online ini bisa langsung Anda nikmati secara gratis selama 30 hari dengan klik disini

 

Sumber :Ibnuismail

Related posts

Pengertian Komunikasi Bisnis, Unsur, Tujuan, Teknik, Dan Jenisnya

Wida

Minimum Viable Product (MVP):Pengertian, Tujuan, dan Manfaat Dalam Menerapkannya

Wida

Pengertian Neraca, Manfaat, Unsur, dan Contoh Neraca pada Akuntansi

Wida