skip to Main Content
(021) 2553 9834 / 2553 9856 semanggi@myabcshop.com
Kenapa Sih Kita Harus Bayar Pajak?

Kenapa sih Kita Harus Bayar Pajak?

Sebagai warga negara Indonesia yang baik, kita yang sudah berpenghasilan sendiri wajib terdaftar sebagai wajib pajak di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Indonesia. Dan sebagai wajib pajak pastinya kita diharuskan untuk membayar dan melaporkan pajak penghasilan kita sesuai dengan masa pajak.

Tapi sebelumnya, sudah tahu kah kenapa sih kita harus membayar pajak ke negara? Kenapa sih kita harus laporan segala kalau kita sudah bayar pajaknya? Mari kita bahas satu persatu.

Pajak Itu Apa sih?

Dilansir dari web Pajak.go.id yang dikelola langsung oleh Direktorat Jenderal Pajak, Pajak adalah kontribusi wajib kepada negara yang terutang oleh orang pribadi atau badan yang bersifat memaksa berdasarkan Undang-Undang, dengan tidak mendapatkan imbalan secara langsung dan digunakan untuk keperluan negara bagi sebesarbesarnya kemakmuran rakyat.

Sementara menurut Ibu Sri Mulyani selaku Menteri Keuangan Republik Indonesia, beliau menggunakan perumpamaan pajak seperti tulang punggung di tubuh manusia. Tulang punggung pada dasarnya memiliki peran penting untuk menopang tubuh agar semua organ dan bagian lainnya dapat berfungsi dengan baik.

Hm.. Cukup Menarik ya.

 

Lalu, Kenapa Sih Kok Kita Harus Membayar Pajak?

Dilansir dari Kompas.com, Ibu Sri Mulyani menyebut pajak sebagai kontrak antara negara dengan rakyatnya. Melalui kontrak tersebut, tercermin komitmen bersama pemerintah dengan rakyat untuk sama-sama memajukan negara dengan berbagai cara, di antaranya menghadirkan keamanan, peningkatan tingkat kesejahteraan, serta peluang untuk berkembang lebih baik lagi.

“Pajak sebagai kontrak antara negara dengan rakyatnya untuk menjaga negara yang berdaulat dan bersatu. Kemudian negara hadir menyiapkan yang diharapkan masyarakat,” ujar Sri Mulyani.

 

Fungsi Pajak

Sementara menurut DJP, pajak memiliki beberapa fungsi diantaranya:

Fungsi Anggaran (Budgetair)

Sebagai sumber pendapatan negara, pajak berfungsi untuk membiayai pengeluaran-pengeluaran negara. Untuk menjalankan tugas-tugas rutin negara dan melaksanakan pembangunan, negara membutuhkan biaya. Biaya ini dapat diperoleh dari penerimaan pajak.

Fungsi Mengatur (Regulerend)

Pemerintah bisa mengatur pertumbuhan ekonomi melalui kebijaksanaan pajak. Dengan fungsi mengatur, pajak bisa digunakan sebagai alat untuk mencapai tujuan. Contohnya dalam rangka menggiring penanaman modal, baik dalam negeri maupun luar negeri, diberikan berbagai macam fasilitas keringanan pajak. Dalam rangka melindungi produksi dalam negeri, pemerintah menetapkan bea masuk yang tinggi untuk produk luar negeri.

Fungsi Stabilitas

Dengan adanya pajak, pemerintah memiliki dana untuk menjalankan kebijakan yang berhubungan dengan stabilitas harga sehingga inflasi dapat dikendalikan, Hal ini bisa dilakukan antara lain dengan jalan mengatur peredaran uang di masyarakat, pemungutan pajak, penggunaan pajak yang efektif dan efisien.

Fungsi Redistribusi Pendapatan

Pajak yang sudah dipungut oleh negara akan digunakan untuk membiayai semua kepentingan umum, termasuk juga untuk membiayai pembangunan sehingga dapat membuka kesempatan kerja, yang pada akhirnya akan dapat meningkatkan pendapatan masyarakat.

 

Wow, ternyata pajak memegang peranan penting dalam pembangunan negara tercinta kita ini. Jadi, jangan lupa untuk selalu membayar dan melaporkan pajak ya!

 

Jika masih bingung bagaimana sih caranya untuk membayar pajak?

Kamu bisa langsung cari tahu di ulasan 3 Cara Praktis Lapor Pajak Secara Online Tanpa Ribet dan Ngantri ! Kamu akan menemukan 3 cara paling mudah untuk membayar pajak, Baik untuk pajak pribadi ataupun pajak usaha kamu.

 

Ohiya jika kamu ingin membuat laporan pajak untuk usaha kamu dalam 1 kali klik, kamu bisa langsung menggunakan Accurate Online. Accurate online ini gak hanya bisa rapihin pembukuan usaha kamu loh, dia juga bisa rapihin urusin pajak pajak kamu di kantor. Accurate online juga sudah terhubung dengan fitur e-faktur dan eSPT, dan bisa melakukan perhitungan  pajak secara otomatis untuk PPN, PPh 23, PPh 4 ayat 2, PPh 15, PPh 21, dan PPh 22.

 

Penasaran?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back To Top