Official Store Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Berapa Margin Keuntungan Bisnis yang Wajar?

Beraga margin keuntungan bisnis

Pernah tidak Anda bertanya-tanya mengenai margin keuntungan yang bisa Anda peroleh dari bisnis? Masih banyak pengusaha yang sering mengambil keuntungan dengan angka yang cukup tinggi demi mendapatkan profitabilitas yang cepat. Ada juga beberapa pengusaha yang mengambil margin sangat sedikit. Sebenarnya berapa margin keuntungan yang wajar untuk bisnis?

Sebenarnya mengambil margin keuntungan menjadi sesuatu normal bagi pebisnis. Tetapi Anda juga perlu memahami situasi pasar dan target pasar Anda. Sehingga Anda bisa menjelaskan berapa banyak keuntungan yang bisa Anda ambil dari setiap HPP yang Anda pasarkan. Lalu, bagaimana agar margin tersebut bisa terus meningkat sebagai keuntungan?

Apa itu Margin Keuntungan?

Margin keuntungan adalah ukuran keuangan yang digunakan untuk menilai profitabilitas suatu perusahaan. Ini menggambarkan persentase dari pendapatan yang tetap sebagai keuntungan setelah semua biaya dan pengeluaran telah dikurangi. Ada beberapa jenis margin keuntungan yang digunakan dalam analisis keuangan, termasuk margin keuntungan kotor, margin keuntungan operasional, dan margin keuntungan bersih.

Baca Juga: Rasio Keuntungan yang Wajib Kamu Hitung saat Kelola Usaha

Jenis-Jenis Margin Keuntungan

Berikut ini penjelasan lebih rinci tentang masing-masing jenis margin keuntungan:

1. Margin Keuntungan Kotor (Gross Profit Margin)

Margin keuntungan kotor mengukur persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi biaya langsung produksi barang atau jasa yang dijual. Ini menunjukkan seberapa efisien perusahaan dalam memproduksi barang atau jasanya.

Rumus

  • Margin Keuntungan Kotor=(Pendapatan Kotor−Harga Pokok Penjualan (HPP)/Pendapatan Kotor)×100%

Contoh

Jika sebuah perusahaan memiliki pendapatan kotor sebesar Rp 1.000.000 dan HPP sebesar Rp 600.000, margin keuntungan kotor adalah: Margin Keuntungan Kotor=(1.000.000−600.000/1.000.000)×100%=40%

2. Margin Keuntungan Operasional (Operating Profit Margin)

Margin keuntungan operasional mengukur persentase pendapatan yang tersisa setelah dikurangi semua biaya operasi, seperti gaji, sewa, dan utilitas, tetapi sebelum bunga dan pajak. Ini menunjukkan seberapa baik perusahaan mengelola biaya operasionalnya.

Rumus

Margin Keuntungan Operasional=(Laba Operasional/Pendapatan Kotor)×100%

Margin Keuntungan Operasional=(Pendapatan Kotor/Laba Operasional​)×100%

Contoh

Jika sebuah perusahaan memiliki pendapatan kotor sebesar Rp 1.000.000 dan laba operasional sebesar Rp 200.000, margin keuntungan operasional adalah: Margin Keuntungan Operasional=(200.000/1.000.000)×100%=20%

Margin Keuntungan Operasional=(1.000.000/200.000​)×100%=20%

3. Margin Keuntungan Bersih (Net Profit Margin)

Margin keuntungan bersih mengukur persentase pendapatan yang tersisa setelah semua biaya, termasuk biaya operasional, bunga, pajak, dan biaya lainnya telah dikurangi. Ini menunjukkan profitabilitas keseluruhan perusahaan.

Rumus

  • Margin Keuntungan Bersih=(Laba Bersih/Pendapatan Kotor)×100%
  • Margin Keuntungan Bersih=(Pendapatan Kotor/Laba Bersih​)×100%

Contoh

Jika sebuah perusahaan memiliki pendapatan kotor sebesar Rp 1.000.000 dan laba bersih sebesar Rp 150.000, margin keuntungan bersih adalah: Margin Keuntungan Bersih=(150.000/1.000.000)×100%=15%

Margin Keuntungan Bersih=(1.000.000/150.000​)×100%=15%

Mengapa Margin Keuntungan Penting?

Menilai Profitabilitas: Margin keuntungan membantu menilai seberapa menguntungkan bisnis Anda. Semakin tinggi marginnya, semakin baik kemampuan perusahaan untuk menghasilkan keuntungan dari penjualannya.

Efisiensi Operasional: Margin keuntungan operasional mengukur seberapa efisien perusahaan dalam mengelola biaya operasionalnya.

Analisis Kompetitif: Membandingkan margin keuntungan dengan pesaing dapat memberikan wawasan tentang posisi kompetitif perusahaan di pasar.

Pengambilan Keputusan: Margin keuntungan yang tinggi dapat menunjukkan bahwa perusahaan memiliki ruang untuk investasi lebih lanjut, pengembangan produk, atau ekspansi pasar.

Baca Juga: Margin Penjualan: Pengertian dan Cara Menghitungnya

Cara Meningkatkan Margin Keuntungan

Mengurangi Biaya Produksi: Temukan cara untuk meminimalkan biaya bahan baku, tenaga kerja, dan proses produksi.

Meningkatkan Harga Jual: Pertimbangkan menaikkan harga produk atau jasa, jika pasar dan pelanggan Anda mengizinkan.

Efisiensi Operasional: Optimalkan proses bisnis untuk mengurangi biaya operasional tanpa mengorbankan kualitas.

Diversifikasi Produk: Menawarkan produk atau layanan tambahan yang dapat meningkatkan pendapatan.

Pengendalian Persediaan: Mengelola persediaan secara efektif untuk mengurangi biaya penyimpanan dan risiko barang kadaluarsa.

Dengan memahami dan mengelola margin keuntungan, perusahaan dapat meningkatkan profitabilitas dan keberlanjutan bisnis dalam jangka panjang.

Berapa Jumlah Margin Keuntungan yang Wajar

Menentukan margin keuntungan yang wajar untuk sebuah bisnis bisa bervariasi tergantung pada industri, model bisnis, dan kondisi pasar. Namun, ada beberapa panduan umum yang bisa digunakan untuk menilai apakah margin keuntungan bisnis berada dalam kisaran yang sehat. Berikut ini beberapa poin yang perlu dipertimbangkan:

1. Industri dan Sektor

a. Industri Manufaktur

Biasanya memiliki margin keuntungan bersih yang lebih rendah karena biaya produksi yang tinggi. Margin keuntungan bersih sekitar 5-10% dianggap wajar.

b. Industri Ritel

Margin keuntungan bersih dalam ritel biasanya berkisar antara 2-5%, tergantung pada jenis barang yang dijual dan efisiensi operasional.

c. Industri Jasa

Bisnis jasa, seperti konsultan atau layanan profesional, sering memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi, sering kali di atas 15%, karena biaya overhead yang lebih rendah.

d. Industri Teknologi

Perusahaan teknologi cenderung memiliki margin keuntungan yang lebih tinggi, sekitar 20-30% atau lebih, karena potensi pendapatan tinggi dan biaya marginal yang rendah setelah pengembangan produk.

e. Industri Restoran

Restoran biasanya memiliki margin keuntungan bersih yang lebih rendah, sekitar 3-5%, karena biaya makanan, tenaga kerja, dan overhead yang tinggi.

Baca Juga: Gross Profit Margin: Pengertian, Rumus, Fungsi dan Contohnya

2. Margin Keuntungan yang Umum di Berbagai Industri

a. Margin Keuntungan Kotor

  • Retail: 20-50%
  • Manufaktur: 10-30%
  • Teknologi: 60-80%

b. Margin Keuntungan Operasional

  • Retail: 5-15%
  • Manufaktur: 5-20%
  • Teknologi: 20-40%

c. Margin Keuntungan Bersih

  • Retail: 2-5%
  • Manufaktur: 5-10%
  • Teknologi: 15-30%

Kesimpulan

Margin keuntungan bisnis menjadi metrik utama dalam menentukan profitabilitas bisnis. Sehingga Anda juga bisa melakukan benchmarking mengenai keuntungan dari kondisi dari bisnis yang Anda jalankan. Anda juga bisa terus memantau keuntungan bisnis dengan selalu menyiapkan laporan keuangan yang tepat untuk bisnis. Dalam membuat laporan keuangan, sebaiknya Anda menggunakan software akuntansi seperti Software Accurate. Anda bisa mendapatkan software Accurate sekarang juga!

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Akuntansi dalam Bisnis: Pentingnya Penggunaan Software Akuntansi

Agung

Akuntansi Keuangan Daerah: Pengertian, Fungsi, dan Metode Pencatatannya

Miftah

Accurate Online Sebagai Solusi Akuntansi Manufaktur Sederhana dan Kompleks

Miftah