31 C
Jakarta
February 21, 2024
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
AkuntansiBisnis

Mengenal Accrued Revenue dan Deferred Revenue dalam Dunia Usaha

Pendapatan usaha adalah aspek krusial yang mendorong perkembangan sebuah usaha. Namun, terkadang pertukaran barang atau jasa tidak selalu diikuti oleh penerimaan pendapatan secara langsung. Inilah yang melahirkan konsep accrued revenue dan deferred revenue dalam dunia usaha.

Baca juga : Meningkatkan Penjualan dengan Point of Purchase Marketing: Strategi Efektif di Area Kasir

Accrued Revenue: Pendapatan yang Menunggu Pembayaran

Accrued revenue adalah istilah yang menggambarkan pendapatan yang sudah dihasilkan melalui penjualan produk atau penyediaan jasa, namun pembayarannya masih tertunda. Dalam situasi ini, pelanggan memiliki utang pada usaha, dan usaha memiliki piutang.

Meskipun accrued revenue umumnya terkait dengan usaha jasa, tetapi konsep ini juga dapat diterapkan pada usaha barang. Beberapa contoh sederhana termasuk pekerja freelance yang telah menyelesaikan proyek namun belum menerima pembayaran, toko sembako yang sudah menjual barang namun tagihannya belum dibayar, atau pekerja servis elektronik yang telah memperbaiki barang namun belum mengirim tagihan.

Cara Pencatatan Accrued Revenue

Pencatatan accrued revenue melibatkan adjusting entry atau jurnal penyesuaian. Untuk mencatat accrued revenue, nominal transaksi dicatat dalam akun Pendapatan yang Masih Harus Diterima sebagai debet dan akun Pendapatan sebagai kredit.

Sebagai contoh, jika kamu menjual produk sembako seharga Rp300.000 dan pembayaran belum diterima, kamu akan mencatat Rp300.000 untuk akun Pendapatan yang Masih Harus Diterima sebagai debet dan Rp300.000 untuk akun Pendapatan sebagai kredit.

Deferred Revenue: Pendapatan yang Menunggu Pemberian Barang atau Jasa

Berbeda dengan accrued revenue, deferred revenue menggambarkan pendapatan yang sudah diterima oleh usaha, tetapi barang atau jasa yang diinginkan pelanggan belum diberikan. Dalam akuntansi, deferred revenue juga dikenal sebagai Pendapatan Diterima di Muka.

Beberapa contoh deferred revenue termasuk pedagang e-commerce yang menerima pembayaran pre-order sebelum produk dirilis, pedagang koran yang mengharuskan pembayaran bulanan sebelum langganan aktif, atau pengusaha katering yang meminta pembayaran DP sebagai jaminan pekerjaan.

Cara Pencatatan Deferred Revenue

Pencatatan deferred revenue juga melibatkan jurnal penyesuaian. Untuk mencatatnya, nominal transaksi dicatat dalam akun Kas sebagai debet dan akun Pendapatan Diterima di Muka sebagai kredit.

Baca juga : Mengoptimalkan Marketing dengan Instagram Notes: Senjata Rahasia untuk Bisnis Anda

Sebagai contoh, jika kamu sebagai pedagang e-commerce menerima pembayaran pre-order sebesar Rp150.000, pencatatan jurnal penyesuaian akan mencatat Rp150.000 untuk akun Kas sebagai debet dan Pendapatan Diterima di Muka sebagai kredit.

Kesimpulan

Dalam dunia usaha, baik accrued revenue maupun deferred revenue memiliki peran penting. Accrued revenue mencerminkan pendapatan yang dihasilkan tetapi belum diterima, sedangkan deferred revenue menunjukkan pendapatan yang sudah diterima tetapi masih menunggu pemberian barang atau jasa.

Memahami kedua konsep ini memberikan wawasan lebih dalam tentang arus kas dan kesehatan finansial sebuah usaha. Oleh karena itu, pengelolaan accrued dan deferred revenue dengan baik menjadi kunci untuk menjaga kelancaran dan keberlanjutan usaha.

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Pentingnya Budgeting dalam Manajemen Keuangan Perusahaan

Agung

15 Tips Terbaik Sebelum Memilih Aplikasi Akuntansi untuk Pembukuan Bisnis Anda

Eri Katsir

Ingin Punya Bisnis Online? Berikut 5 Ide Bisnis Online Menjanjikan Anda

Erapuji