Official Store Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Memahami Penerapan Standar Akuntansi Keuangan dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan

Penyusunan dan pembuatan laporan keuangan perusahaan, haruslah dilakukan dengan prosedur dan standarisasi yang berlaku, yang disebut Standar Akuntansi Keuangan (SAK). Standar akuntansi ini digunakan sebagai pedoman penyusunan laporan keuangan yang layak, sehingga informasi yang disajikan dapat bernilai bagi pihak yang berkepentingan. Lalu bagaimanakah penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan?

Sebelum mengetahui lebih jauh tentang penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan, berikut ini adalah beberapa hal penting terkait Standar Akuntansi Keuangan yang juga harus dipahami oleh pihak-pihak yang melakukan proses akuntansi.

Memahami Penerapan SAK dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Pengertian Standar Akuntansi Keuangan (SAK)

Pertama-tama, Anda harus tau terlebih dulu, apa itu Standar Akuntansi Keuangan (SAK)?

Standar Akuntansi Keuangan adalah kerangka prosedur atau panduan pembuatan laporan keuangan, agar adanya keseragaman dalam hal penyajian laporan keuangan. Dengan adanya SAK pun akan membantu para akuntan ketika menyusun laporan keuangan dengan lebih mudah. Hal ini juga akan mempermudah para auditor dan pembaca laporan keuangan agar dapat memahami serta membandingkan laporan keuangan entitas yang beragam.

Baca Juga: Tentang Pengertian, Fungsi, Penerapan, hingga Buku Akuntansi Perpajakan

Dengan adanya SAK ini, Anda yang melakukan aktivitas di bidang akuntansi, harus mengikuti seluruh standar akuntansi yang sudah ditentukan. Walau begitu, standar akuntansi tersebut tidaklah bersifat universal atau mutlak, sehingga dapat disesuaikan dengan waktu, tempat dan keadaan.

Pilar dalam Standar Akuntansi yang Berlaku di Indonesia

Sebenarnya di Indonesia sendiri ada 5 standar akuntansi keuangan yang berlaku serta dipakai oleh banyak entitas, baik itu swasta ataupun Lembaga pemerintahan. 4 di antaranya diterbitkan Dewan Standar Ikatan Akuntan Indonesia (DSAK IAI), yaitu:

  • Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan-International Financial Report Standard (PSAK-IFRS)

PSAK adalah sebutan lain dari SAK yang diterapkan oleh Ikatan Akuntansi Indonesia (IAI), sejak 2012 hingga tahun 2021. PSAK menekankan pada interpretasi serta aplikasi atas standar, sehingga fokus pada spirit penerapan dari prinsip tersebut.

Penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan ini adalah standarisasi yang dipakai oleh badan atau bisnis yang punya akuntabilitas publik, seperti badan yang terdaftar ataupun masih proses pendaftaran di pasar modal. Misalnya perusahaan publik, perbankan, asuransi, BUMN dan juga perusahaan dana pensiun.

Dengan adanya penerapan PSAK ini, informasi yang diberikan bisa relevan untuk para pengguna laporan keuangan.

Selain itu, penggunaan IFRS ini karena Indonesia adalah anggota International Federation of Accountants (IFAC), di mana IFRS ini adalah standar IFAC. Keuntungan bagi Indonesia yang mengadopsi IFRS ini adalah terbukanya peluang Kerjasama internasional, meningkatnya pertumbuhan ekonomi karena masuknya investor asing serta terbuka lebarnya peluang atau lapangan kerja.

  • Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Publik (SAK-ETAP)

SAK-ETAP ini dipakai pada entitas yang memiliki akuntabilitas publik yang tidak signifikan, serta laporan keuangannya hanya bagi pengguna umum atau eksternal, misalnya pemilik yang tidak terlibat pengelolaan usahanya, kreditur, serta lembaga pemberi kredit. ETAP ini pun biasanya digunakan sebagai pedoman utama bagi pelaku UKM untuk bisa mendapat dana untuk mengembangkan usaha.

ETAP ini adalah hasil penyederhanaan dari IFRS, di mana tidak ada laporan laba/rugi komprehensif, penilaian aset tetap dan aset tidak berwujud serta properti investasi setelah tanggal perolehan hanya memakai harga perolehan. Tidak adanya pilihan menggunakan nilai revaluasi (nilai wajar) dan tidak ada pengakuan liabilitas serta aset pajak tangguhan, karena beban pajak yang diakui sebesar jumlah pajak sesuai ketentuan pajak.

Bila penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan bagi bisnis kecil dan menengah dilakukan dengan baik, maka pembuatan laporan keuangan tidak perlu dibantu pihak lain serta bisa dilakukan audit pada laporan tersebut.

  • Pernyataan Standar Akuntansi Syariah (PSAK-Syariah)

PSAK-Syariah ini adalah panduan yang digunakan bagi Lembaga kebijakan syariah, misalnya bank syariah, badan zakat, pegadaian syariah dan lainnya.

Standar ini dibuat berdasar acuan dari fatwa keluaran Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan disahkan Dewan Standar Akuntansi Syariah (DSAK). Di mana di dalamnya terdiri dari kerangka konseptual penyusunan serta pengungkapan laporan, standar penyajian laporan keuangan, dan juga standar khusus transaksi syariah.

  • Standar Akuntansi Pemerintah (SAP)

SAP ini ditetapkan sebagai peraturan pemerintah, yang dipakai oleh entitas pemerintah ketika menyusun Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) serta Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD). Selain itu, standar akuntansi inipun cocok dipakai untuk akuntansi desa.

SAP dibuat agar menjamin transparansi, partisipasi serta akuntabilitas pengelolaan keuangan negara, dengan tujuan terwujudnya pemerintahan baik dan juga bersih. Dalam penerapan SAP dalam penyusunan laporan keuangan terdiri dari laporan realisasi anggaran, laporan arus kas, laporan neraca dan catatan atas laporan keuangan.

Tujuan Penerapan SAK dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Tujuan Penerapan SAK dalam Penyusunan Laporan Keuangan

Menurut Standar Akuntansi Keuangan, laporan keuangan termasuk dalam bagian proses pelaporan yang lengkap, yang meliputi neraca, laporan laba/rugi, laporan perubahan posisi keuangan seperti arus kas, catatan dan lainnya.

Bisa dibilang, laporan keuangan adalah sumber informasi terkait keuangan yang penting bagi perusahaan, serta dapat digunakan untuk dasar pengambilan keputusan terkait kelangsungan bisnis. laporan ini pun adalah hal yang krusial karena ini adalah bentuk pertanggungjawaban pemilik bisnis ataupun manajemen terkait kinerja pengelolaan bisnis pada pihak yang berwenang.

Nah, tujuan laporan keuangan ini yaitu memastikan posisi keuangan, profitabilitas serta kinerja perusahaan, menentukan arus kas masuk dan keluar, mengetahui transaksi perusahaan, menyajikan informasi tentang sumber daya keuangan serta kewajiban yang harus diselesaikan, mengarahkan kebijakan akuntansi, memeriksa efisiensi serta efektivitas kinerja manajemen dan membantu mengambil keputusan yang tepat.

Komponen Laporan Keuangan Berdasar SAK

Ada 4 komponen laporan keuangan berdasar Standar Akuntansi Keuangan yang digunakan dalam menganalisi kondisi keuangan perusahaan, yaitu:

1. Laporan laba rugi

Laporan laba rugi atau yang juga biasa disebut dengan laporan pendapatan merupakan laporan yang berisikan kinerja keuangan perusahaan terkait laba ataupun beban perusahaan di periode tertentu. Penerapan SAK dalam penyusunan laporan keuangan ini harus dilakukan oleh pihak perusahaan.

Dalam penerapannya dilakukan dengan mendapatkan hasil dari laba atau rugi bersih yang adalah hasil pendapatan serta keuntungan, lalu dikurangi beban dan kerugian.

2. Neraca

Neraca atau laporan posisi keuangan adalah laporan yang berisikan informasi terkait aset, kewajiban serta ekuitas perusahaan dengan rinci, pertanggal tertentu. Neraca ini dibuat dengan tujuan sebagai laporan untuk menggambarkan posisi keuangan dari perusahaan.

3. Laporan arus kas

Laporan ini adalah ringkasan yang berasal dari sumber serta penggunaan kas perusahaan. Bisa dibilang, laporan arus kas ini menyajikan pergerakan uang tunai, juga saldo bank perusahaan di suatu periode tertentu.

4. Laporan perubahan modal

Laporan yang juga dikenal sebagai laporan ekuitas pemilik ini berisikan ikhtisar perubahan dalam ekuitas pemilik perusahaan di satu periode tertentu.

Penerapan SAK dalam Penyusunan Laporan Keuangan dengan Lebih Mudah

Karena penyusunan laporan keuangan dari bisnis ataupun perusahaan tidak bisa dilakukan sembarangan dan harus sesuai dengan standarisasi yang sudah ada, maka penyusunan dan penyajiannya pun harus akurat dan minim kesalahan.

Baca Juga: Pengeloaan Keuangan dengan Aplikasi Pembukuan Dropship

Namun, pembukuan yang dilakukan secara manual sangat rentan akan human error bahkan tindakan fraud, yang tentunya akan membuat laporan keuangan jadi tidak akurat bahkan merugikan perusahaan. Untuk meminimalisir hal tersebut, Anda dapat menggunakan software akuntansi terbaik Accurate Online, yang mampu mempermudah dalam pencatatan serta penyusunan laporan keuangan sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan yang berlaku. Anda bisa mendapatkan Accurate Online di ABCSemanggi atau mencobanya terlebih dulu selama 30 hari.

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Mengoptimalkan Strategi Harga dengan Price Sensitivity Meter

Agung

Manajemen Kas: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya dalam Akuntansi

Erapuji

Biaya Variabel Adalah Jenis Biaya Produksi Perusahaan

admin