Official Store Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Pengertian Akuntansi Sosial, Tujuan dan Faktor yang Memengaruhi

Akuntansi Sosial pada bisnis

Mungkin kita lebih sering mendengar dan membaca tentang akuntansi yang berkaitan dengan kegiatan bisnis atau perusahaan, dan segala hal tentang perhitungan dan laporan keuangan bisnis atau perusahaan. Padahal, akuntansi punya banyak sekali cabang, salah satunya adalah yang akan kita bahas dalam artikel di bawah ini yaitu Akuntansi Sosial. Apa pengertiannya, tujuan serta faktor yang dapat memengaruhinya? Simak penjelasannya!

Cabang akuntansi satu ini muncul bersamaan dengan konsep Three Bottom Line tentang People, Planet dan Profit, di mana mengedepankan sektor sosial, lingkungan dan juga keuangan dengan berkesinambungan. Akuntansi ini memang hadir untuk menjadi penyeimbang perusahaan, dengan harapan perusahaan bisa menjalankan usaha mereka dengan berkelanjutan, namun tetap memerhatikan sosial dan lingkungan sekitar.

Baca Juga: Kenali 9 Konsep Dasar Akuntansi yang Wajib Anda Pahami

Pengertian Akuntansi Sosial

Akuntansi sosial adalah proses mengkomunikasikan dampak sosial serta lingkungan, yang berasal dari tindakan atau perilaku ekonomi perusahaan atau organisasi, serta bermanfaat untuk kepentingan kelompok tertentu atau juga masyarakat luas.

Akuntansi ini juga dikenal dengan sebutan akuntansi sosial dan lingkungan, pelaporan sosial perusahaan, pelaporan non-keuangan, pelaporan tanggung jawab sosial perusahaan ataupun akuntansi berkelanjutan. Umumnya akuntansi ini digunakan dalam konteks bisnis atau tanggung jawab sosial perusahaan (CSR). Namun di dalamnya pun juga termasuk setiap organisasi seperti Lembaga swadaya masyarakat, Lembaga amal ataupun Lembaga pemerintah.

Menurut Warren dkk, akuntansi sosial merupakan sistem informasi yang menghasilkan laporan kepada pihak berkepentingan mengenai kegiatan ekonomi dan kondisi di perusahaan. Sedangkan menurut Hendrisken (1994), dalam akuntansi ini perusahaan harus memerhatikan lingkungan sosialnya seperti masyarakat, konsumen, pemerintah, pekerja dan pihak lain yang ikut mendukung kegiatan operasional perusahaan.

D. Crowther mengartikan akuntansi satu ini sebagai sebuah pendekatan untuk melaporkan kegiatan ekonomi perusahaan yang menekankan pada kebutuhan untuk mengidentifikasi perilaku sosial seperti apa yang relevan, kepada siapa perusahaan bertanggung jawab atas kinerja sosial dan pengembangan tindakan yang tepat serta teknik pelaporan.

Tujuan Akuntansi Sosial

Tujuan Akuntansi Sosial

Tujuan dari akuntansi ini yang paling utama adalah untuk meningkatkan kesadaran serta perhatian perusahaan atas dampak kegiatan yang mereka lakukan pada lingkungan.

Akuntansi ini pun dapat menjadi jembatan antara perusahaan dengan organisasi non-profit yang berkaitan dengan lingkungan. Hal ini untuk mengajak perusahaan untuk bisa menyisihkan keuntungannya untuk kepentingan lingkungan. Seperti kegiatan konservasi lingkungan, pemberdayaan masyarakat dan lingkungan di sekitar perusahaan dan lainnya. Biasanya kegiatan ini akan direncanakan dengan rinci dalam program CSR (Corporate Social Responsibility) yang dibuat tim manajemen perusahaan.

Adapun beberapa tujuan lain dari cabang akuntansi satu ini, yaitu:

  • Tolak ukur dari kontribusi sosial perusahaan

Akuntansi satu ini akan membantu dalam mengidentifikasi dan mengukur kontribusi perusahaan dalam hal sosial. Biasanya identifikasi dan pengukuran ini dilakukan secara periodik. Di mana mencakup tentang manfaat perusahaan untuk masyarakat, biaya sosial yang dikeluarkan perusahaan serta pertanggungjawaban perusahaan bila terjadinya dampak sosial karena kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh perusahaan.

  • Wujud tanggung jawab sosial perusahaan

Setiap perusahaan harus memiliki tanggung jawab atas segala dampak sosial yang terjadi karena kegiatan ekonomi atau usaha yang mereka lakukan.

  • Membantu penentuan dan pembuatan strategi perusahaan

Adanya akuntansi ini akan membantu menentukan strategi dan praktik perusahaan yang langsung bisa memengaruhi relativitas sumber daya serta status individu, masyarakat dan juga segmen sosial. Di mana ini diartikan bahwa strategi dan praktik yang dilakukan perusahaan haruslah memperhitungkan dampak sosial dan lingkungan.

  • Membentuk opini masyarakat

Perusahaan yang dapat memenuhi kewajiban sosialnya dan menginformasikannya dengan kooperatif tentunya akan meningkatkan opini positif dari masyarakat. Ini pun tentunya akan berkaitan dengan peningkatan kredibilitas serta daya tarik dari bisnis atau perusahaan Anda.

  • Meningkatkan citra dan motivasi kerja karyawan

Seperti yang disebutkan sebelumnya, opini positif dari masyarakat tentu akan membuat citra perusahaan jadi lebih baik. Secara tidak langsung hal inipun juga akan memengaruhi motivasi kerja karyawan.

  • Menanggulangi kritik yang merugikan perusahaan

Akuntansi ini bisa dijadikan sebagai bukti dalam melawan kritik negatif yang langsung atau tidak langsung bisa berdampak pada kegiatan ekonomi perusahaan. Sehingga hal ini akan membuat nama baik perusahaan pun bisa tetap terjaga.

  • Membantu memasarkan produk atau jasa

Citra perusahaan yang posifif akan berdampak pada pemasaran produk atau jasa yang dijual perusahaan. Karena pelanggan atau masyarakat yang bersinggungan dengan perusahaan dapat merekomendasikan perusahaan pada yang lain.

  • Menyediakan solusi untuk kelompok sosial

Akuntansi ini pun bermanfaat dalam memberi solusi pada seluruh kelompok sosial, dalam bentuk informasi yang relevan, yang berkaitan dengan tujuan, kebijakan, kontribusi, program dan strategi perusahaan mengenai tujuan sosialnya.

Peran Akuntansi Sosial Bagi Perusahaan

Dari tujuan yang sudah disebutkan di atas dapat disimpulkan bahwa akuntansi ini punya peran sebagai bentuk pertanggung jawaban sosial dari perusahaan pada masyarakat dan lingkungan sekitar. Dengan lebih memerhatikan dan lebih bertanggung jawab. Diharapkan opini serta dukungan masyarakat pada kegiatan ekonomi perusahaan pun jadi lebih baik juga. Sehingga segala jenis kegiatan yang dilakukan bisa diterima dengan baik oleh masyarakat.

Akuntansi ini pun berperan dalam penentu keputusan. Baik itu membuat kebijakan dan strategi perusahaan, tanpa harus mengurangi nilai sosial, demi kepentingan masyarakat dan juga perusahaan. Selain itu, ini jadi bentuk keikutsertaan perusahaan dalam menaati peraturan yang ada.

Baca Juga: Pengertian Akuntansi Anggaran: Jenis dan Manfaatnya

Faktor yang Memengaruhi Akuntansi Sosial

Faktor yang Memengaruhi Akuntansi Sosial

Ada beberapa faktor yang dapat memengaruhi akuntansi ini, yaitu faktor biaya konservasi lingkungan, keuntungan konservasi serta profit dari konservasi lingkungan yang dilakukan. Namun ketiga faktor ini tidak seluruhnya bisa diukur dengan nilai mata uang. Karena ada juga yang hanya bisa diukur menggunakan unit fisik terdampak dari kegiatan perusahaan.

1. Biaya konservasi lingkungan

Faktor ini diukur menggunakan nilai mata uang, karena berkaitan dengan biaya-biaya yang harus dikeluarkan perusahaan sebagai bentuk melestarikan lingkungan. Contohnya dalam hal penyediaan kolam limbah dari suatu perusahaan. Di mana harus diperhitungkan tentang biaya yang harus dikeluarkan adalah untuk pembuatan, pengelolaan serta analisis dampak lingkungan dan perawatan kolam tesebut.

2. Keuntungan konservasi

Faktor ini akan diukur dengan satuan fisik. Seperti misalnya jumlah limbah yang dioleh perusahaan secara mandiri sepersekian kilogram yang dapat dipakai sebagai bio-energi dan menghasilkan tenaga sepersekian kilojoule. Hal-hal yang bisa dihitung dengan satuan fisik adalah keuntungan dari kegiatan konservasi perusahaan tersebut.

3. Profit konservasi

Faktor yang terakhir ini dihitung dengan satuan nilai mata uang. Umumnya hal ini adalah efek yang didapat dari kegiatan konservasi yang dilakukan perusahaan. Secara tidak langsung, kegiatan yang dipublikasikan adalah ‘senjata’ untuk promosi ataupun memberikan citra baik untuk perusahaan. Karena perusahaan akan dinilai sebagai ramah lingkungan. Hal ini akan membuat masyarakat lebih tertarik dan membeli produk atau jasa yang perusahaan jual sebagai wujud kontribusi untuk ikut menyelamatkan lingkungan.

Sekalipun cabang akuntansi ini lebih fokus pada perhatian kepada masyarakat dan lingkungan sekitar, namun proses akuntansi ini pun tetap membutuhkan pencatatan keuangan serta laporan keuangan yang rinci dan baik, agar informasi yang dihasilkan pun akurat.

Kesimpulan

Namun, pencatatan yang dilakukan manual tentunya akan lebih memungkinkan terjadinya kesalahan, sehingga data yang didapatpun menjadi tidak tepat. Karena itulah Anda dapat menggunakan software akuntansi Accurate Online untuk memudahkan pencatatan setiap transaksi yang dilakukan perusahaan. Anda bisa mendapatkan software ini  store penjualan resmi Accurate AbcSemanggi.com

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Akun Nominal: Jenis dan Bedanya dengan Akun Riil

Faqih Jafar

Pembahasan Lengkap Teori Akuntansi Dan Perkembangannya Di Indonesia

Miftah

Berapa Margin Keuntungan Bisnis yang Wajar?

ademuthia