28.7 C
Jakarta
May 15, 2021
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
Uncategorized

Pengertian Neraca Saldo, Jenis, Dan Contohnya

Neraca saldo bukanlah hal baru dalam akuntansi atau ekonomi. Semua pelaku usaha umumnya memahami sistem satu ini. Pasalnya, perhitungan keuangan usaha lebih mudah dilakukan dengan mengetahui transaksi keuangan jika bisnis memiliki sistem pembukuan lengkap yang di dalamnya terdapat neraca saldo.

Jika semuanya tertulis jelas dan detail, tentu lebih mempermudah proses pengecekan pula. Nah, biar lebih mudah memahami transaksi keuangan perusahaan, kita akan membahas istilah tersebut.

Pengertian Neraca Saldo

Pembukuan transaksi keuangan perusahan bisa dilakukan dengan menerapkan neraca. Ini berarti melakukan pendataan debit dan kredit dengan jelas. Di dalam neraca tersebut, semua transaksi sekecil apapun harus tertulis, termasuk nama dan kode akun. Seluruh pendataan terkait proses produksi sampai distribusi terangkum di dalamnya.

Biasanya proses pendataan dilakukan pada akhir periode pembukuan. Pembuatan neraca sendiri ditujukan untuk mengurangi kesalahan pendataan sistem transaksi. Daftar saldo dapat digunakan untuk menyusun kertas kerja. Di dalam kertas kerja inilah perusahaan bisa mengetahui probabilitas keuntungan, perubahan ekuitas, hingga posisi neraca pada saat itu.

Secara garis besar, neraca tidak bisa dijadikan dasar keakuratan dari pembukuan perusahaan. Neraca saldo hanya menunjukkan keseimbangan antara debit dan kredit. Penulisan neraca tidak boleh dilakukan secara acak, namun sistematis atau teratur. Semua nama dan kode akun diurutkan sesuai ketentuan yang berlaku, guna mempermudah pengecekan.

Jenis Neraca Saldo dalam Pembukuan

Dalam akuntansi dikenal 3 jenis neraca yang biasa digunakan untuk menyusun pembukuan yaitu :

Neraca Saldo Sebelum Penyesuaian atau Undjusted Trial Balance

Neraca jenis ini dibuat untuk menemukan kesalahan pada kredit dan debit. Pembuatan neraca belum disesuaikan hanya memuat daftar saldo dari buku besar. Anda lebih mudah menemukan ketidaksesuaian yang terdapat dalam pembukuan. Dengan mengetahui kesalahan tersebut, Anda bisa melakukan perbaikan yang tepat.

Umumnya, pengusaha akan melakukan prosedur ini untuk menemukan dan memperbaiki pembukuan.

Neraca Saldo Setelah Penyesuaian atau Adjusted Trial Balance

Perhitungan pada neraca setelah penyesuaian telah memperhitungkan banyak hal. Biasanya, pembukuan didasarkan pada saldo dari akun yang telah disesuaikan. Proses penyesuaian memang diperlukan untuk mengetahui pos dana mana yang seharusnya tidak terhitung.

Neraca jenis ini umumnya digunakan pada prinsip akuntansi berbasis akrual. Daftar saldo akan disusun terlebih dahulu, guna mempermudah perhitungan.

Neraca Saldo Setelah Penutupan atau Post-Closing Trial Balanced

Setelah proses perhitungan dan pembukuan selesai, Anda harus menentukan neraca penutup. Pada neraca saldo ini, Anda harus menentukan saldo awal untuk periode produksi selanjutnya. Daftar saldo neraca harus sesuai dengan saldo akhir dan akun yang telah dibukukan. Perusahaan akan membuat neraca ini di setiap akhir periode usai semua jurnal dan data dimasukkan.

Contoh Neraca Saldo

Setelah mengenal jenis-jenis neraca, Anda tentu ingin mengetahui contoh neraca yang digunakan dalam akuntansi. Guna membantu Anda menyusun pembukuan dan memastikan debit serta kredit seimbang, di bawah ini contoh paling mudah untuk dilakukan :

PT Adi Perkasa

31 Desember 2018

 

Uraian Debit Kredit
Kas Rp 450.000
Modal Rp 150.000
Utang Rp 200.000
Bahan Habis Pakai Rp 75.000
Beban Sewa Rp 50.000
Beban Gaji Rp 25.000
Konsultasi Rp 250.000
Jumlah Rp 600.000 Rp 600.000

 

Neraca Saldo Usaha Jasa

PT Antar Cepat

31 Desember 2017

 

Uraian Debit Kredit
Kas Rp 2.750.000
Modal Rp 1.775.000
Utang Piutang Rp 250.000
Sewa Dimuka Rp 150.000
Utang Bank Rp 1.000.000
Beban Gaji Rp 125.000
Prive Perusahaan Rp 100.000
Jasa Service Rp 600.000
Jumlah Rp 3.375.000 Rp 3.375.000

 

Kesimpulan

Penggunaan neraca pada setiap pembukuan bisnis adalah hal yang wajib ada. Tanpa neraca, Anda tidak akan bisa membuat laporan keuangan penunjang lainnya seperti laporan laba rugi, arus kas, dan lainnya.

Mungkin akan sangat mudah membuat neraca jika Anda baru membuat bisnis, namun lain ceritanya jika Anda sudah memiliki bisnis yang berkembang dan mempunyai banyak cabang.

Anda bisa menggunakan software akuntansi untuk memudahkan Anda dalam membuat neraca sekaligus membuat laporan keuangan lainnya secara cepat dan tepat.

Gunakan Accurate Online untuk solusi software pembukuan yang bisa gunakan kapan dan dimana saja. Dengan fitur terlengkap dan harga terjangkau, Accurate Online sudah banyak membantu banyak perusahaan dari berbagai jenis dan skala produksi. Mulai dari UKM sampai perusahaan manufaktur besar, dari toko retail sampai perusahaan jasa.

jadi tunggu apalagi? Buat bisnis Anda lebih mudah dengan Accurate Online dengan mencobanya secara gratis selama 30 hari melalui link ini.

 

Sumber : Sugi Priharto

Related posts

Tips Melakukan Budidaya Tanaman Hias dengan Keuntungan Melimpah

Wida

Aspek Pemasaran, Faktor Penting Keberhasilan Perusahaan

Wida

Bagaimana Cara Mengelola Bisnis Rumahan Saat Resesi?

Miftah