27.1 C
Jakarta
August 2, 2021
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
Uncategorized

Perusahaan Ekstraktif, Salah Satu Badan Usaha yang Fokus Mengelola SDA

Pada dasarnya, perusahaan ekstraktif adalah suatu badan usaha yang mempunyai kegiatan pengelolaan sumberdaya alam. Kegiatan tersebut mulai dari melakukan eksplorasi, pengambilan, dan juga proses jadi agar mampu memenuhi keperluan manusia.

Agar lebih jelasnya, mari kita bahas lebih lanjut tentang perusahaan ekstraktif di bawah ini:

Pengertian Perusahaan Ekstraktif

Jadi, perusahaan ekstraktif adalah suatu kegiatan industri yang mengambil bahan baku produksinya langsung dari alam. Perusahaan ekstraktif adalah suatu industri dasar. Perusahaan ekstraktif ini mampu dilakukan oleh perorangan. Selain itu,Perusahaan ekstraktif juga banyak ditemukan di Indonesia, terlebih lagi, nilai kekayaan Indonesia yang sangat banyak.

Setiap masyarakat Indonesia bisa memanfaatkan kekayaan alam Indonesia yang mendunia sebagai bahan baku industrinya. Dengan kekayaan alam yang bermacam-macam ini, maka jenis industri di Indonesia pun bisa sangat bermacam-macam.

Dampak dari adanya industri ekstraktif ini sendiri sudah sangat diketahui. Sejak tahun 1990 an, seluruh dunia sudah dipenuhi dengan berbagai manca kasus dan analisa yang sangat luas terkait industri ini. Kulminasinya adalah pada Extractive Industries Review yang kala itu dilakukan di tahun 2004.

Di dalam laporan kegiatan ini, Striking a Better Balance membuktikan bahwa industri migas dan tambang sudah berhasil menyebabkan ketimpangan dalam hal risiko dan manfaatnya selama periode tersebut.

Risiko yang paling besar harus ditanggung oleh mereka yang berada di tempat dimana sumber daya tersebut di keruk, sementara manfaat yang paling besarnya hanya bisa dinikmati oleh perusahaan atau investor.

Jadi secara umum, kondisi ekonomi pada suatu wilayah yang menjadi tempat dilakukannya industri ekstraktif harus bersedia mengikuti fase industri ekstraktif, yaitu eksplorasi, konstruksi, operasi, dan juga pasca-operasi.

Saat eksplorasi terjadi, maka manfaat ekonomi yang terjadi sangatlah sedikit, karena perusahaan hanya mencari sumber daya alam yang ingin dimanfaatkan olehnya.

Terlebih lagi, tingkat keberhasilannya pun belum pasti, dan bila memang berhasil ditemukan pun belum tentu layak secara teknis dan finansial untuk bisa dilanjutkan pada langkah selanjutnya.

Karena kondisi tersebut, maka perusahaan hampir tidak mau membagikan keuntungan atau manfaat ekonomi apapun pada negara, wilayah ataupun daerah di mana eksplorasi tersebut diselenggarakan.

Tapi, bila nantinya ditemukan sumber daya alam yang dicari dan juga secara teknis mungkin eksploitasi dan eksploitasi tersebut mampu mendatangkan keuntungan ekonomi, maka perusahaan akan masuk pada langkah selanjutnya, yaitu konstruksi.

Langkah ini bisa dilakukan jika perizinan perusahaan sudah bisa dimiliki sepenuhnya. Pada fase ini juga akan terjadi dampak ekonomi yang besar.

Peluang lapangan kerja pun akan meningkat, sebelum turun kembali pada fase operasi. Pun peluang bisnis lokal untuk menjadi pihak pemasok material atau jasa pun semakin banyak dibutuhkan. Tapi jika dilihat secara agregat, nilai pada fase ekonomi ini tidak besar karena periode ekonominya yang pendek.

Disisi lain, manfaat ekonomi paling besar untuk negara bisa didapatkan pada periode operasi ataupun eksploitasi melalui pajak dan juga penerimaan negara bukan pajak.

 

Tujuan Perusahaan Ekstraktif

Terdapat beberapa tujuan didirikannya perusahaan ekstraktif. Namun, tujuan paling utama dari perusahaan ekstraktif adalah untuk bisa mengolah sumber kekayaan alam agar bisa dijadikan barang yang bermanfaat untuk manusia, sehingga bisa dijadikan berbagai jenis produk yang bisa dimanfaatkan.

Sedangkan tujuan lain dari perusahaan ekstraktif secara rinci adalah membuka lapangan kerja, memperoleh keuntungan, dan menyediakan berbagai pilihan alternatif untuk bisa memenuhi keperluan manusia.

Jadi, perusahaan ekstraktif memiliki beberapa tujuan yang tidak hanya bermanfaat untuk produsen saja, namun juga bermanfaat untuk semua pihak.

Ciri Perusahaan Ekstraktif

1. Mengambil Bahannya Langsung dari Alam

Ciri pertama dari perusahaan ekstraktif adalah memanfaatkan hasil alam dan juga hasil tersebut diambil langsung dari alam. Selain itu, jenis dari usaha ekstraktif ini juga akan melakukan tahap pemrosesan sampai menjadi barang jadi yang siap disalurkan pada konsumen.

Tujuannya adalah agar bisa memenuhi keperluan hidup manusia, sehingga kehadiran perusahaan ekstraktif ini mampu mampu mencukupi kebutuhan sandang, pangan, serta berbagai kebutuhan manusia lainnya.

2.Mencari Keuntungan dari Hasil Alam

Mencari keuntungan merupakan hal yang wajar. Nah, ciri lainnya dari perusahaan ekstraktif adalah mencari keuntungan dari hasil alam, seperti dari hasil kehutanan, pertanian, tambang, dan juga hasil laut.

Contoh Perusahaan Ekstraktif

Seperti yang sudah kita ketahui bersama bahwa perusahaan ekstraktif adalah industri yang sangat umum terdapat di dalam suatu negara, terutama di Indonesia. Industri ekstraktif ini adalah industri yang jumlahnya banyak karena bahan bakunya sendiri bisa diambil langsung dari alam.

Berikut ini kami berikan beberapa contoh perusahaan ekstraktif.

1. Pertanian

Pertanian adalah salah satu industri yang fokus dalam mengolah dan juga menghasilkan barang yang mendukung sektor pertanian. Bidang ini bisa kita katakan sebagai tulang punggung utama negara Indonesia, yang mana hal tersebut bisa kita lihat dari banyaknya masyarakat Indonesia yang memiliki profesi sebagai petani.

Alam Indonesia yang subur dan mendukung membuat aktivitas pertanian bisa sangat mudah dikembangkan di Indonesia. Sektor ini diklaim sebagai jalan keluar dalam mengentaskan kemiskinan di Indonesia.

Tapi saat ini, hanya kegiatan di lahan yang dinilai penting dan dikembangkan saja, seperti pada proses pengadaan bahan dan juga budaya. Disisi lain, hal tersebut bisa dilihat adanya bagian yang memiliki peran penting dalam membantu sektor pertanian untuk bisa berkemban, yakni industri pertanian.

2. Perkebunan

Perkebunan adalah setiap bentuk kegiatan yang mengusahakan tanaman tertentu pada tanah ataupun media tumbuh lainnya pada suatu ekosistem yang sesuai. Tujuannya adalah  untuk bisa mengolah, dan memasarkan barang dan jasa dari hasil tanaman tersebut.

Kegiatan ini dilakukan dengan menggunakan bantuan ilmu pengetahuan dan teknologi, modal dan juga manajemen untuk bisa mewujudkan kesejahteraan untuk para pebisnis perkebunan.

Berbagai jenis tanaman yang ditanam bukanlah tanaman yang menjadi makanan pokok ataupun sayuran agar bisa membedakannya dengan usah ladang serta hortikultura sayur mayur dan juga bunga, walaupun usaha dalam menanam buah juga masih bisa disebut sebagai usaha perkebunan.

Tanaman yang ditanam ini umumnya mempunyai ukuran yang besar dengan waktu penanaman yang relatif lebih lama, antara kurang dari satu tahun hingga tahunan.

3. Perhutanan

Perhutanan adalah suatu praktik dalam membuat, mengelola, menggunakan dan juga melestarikan hutan demi kepentingan manusia. Industri hasil kehutanan ini juga adalah industri ekstraktif karena bahan baku yang berbentuk kayu di dalamnya diperoleh langsung dari alam.

4. Perikanan

Perikanan adalah suatu industri atau kegiatan menangkap, membudidayakan, mengawetkan, memproses, menyimpan, menyalurkan, dan juga memasarkan produk ikan. Istilah ini didefinisikan langsung oleh FAO, yang di dalamnya mencakup berbagai hal yang dilakukan oleh pemancing rekreasi, para nelayan tradisional, dan juga penangkapan ikan secara komersial.

Saat ini, industri perikanan sudah berhasil menghidupi sekitar 500 juta orang di negara berkembang, baik itu secara langsung ataupun tidak langsung.

5. Peternakan

Peternakan adalah suatu aktivitas mengembangbiakan dan juga membudidayakan hewan ternak untuk bisa mendapatkan manfaat dan juga hasil dari kegiatan tersebut. Peternakan dalam hal ini tidak hanya pemeliharaan saja. Karena, memelihara dan peternakan bedanya ada pada tujuannya.

Tujuan peternakan adalah demi mencari nilai keuntungan dengan menerapkan berbagai prinsip manajemen pada berbagai faktor produksi yang sudah dikombinasikan secara lebih maksimal.

Berdasarkan pada ukuran hewan ternak, maka bidang peternakan ini bisa dibagi menjadi dua jenis, yaitu peternakan hewan besar, seperti kuda, kerbau, dan sapi. Serta peternakan hewan kecil seperti kelinci, ayam, dll.

6. Pertambangan

Pertambangan adalah sebagian ataupun seluruh tahap kegiatan dalam rangka kegiatan pengelolaan, penelitian, dan juga pengusahaan mineral ataupun batubara yang di dalamnya meliputi penyelidikan umum, studi kelayakan, eksplorasi, konstruksi, pengolahan dll.

 

Penutup

Berdasarkan penjelasan di atas, bisa kita tarik kesimpulan bahwa perusahaan ekstraktif pun memiliki manfaat untuk negara dengan catatan bisa dikelola dengan baik. Namun, perusahaan ekstraktif juga bisa menjadi sesuatu yang menyeramkan jika tidak ditangani dengan baik.

Dengan adanya artikel ini, diharapkan mampu menambah wawasan Anda pada bidang industri, terutama pada industri perusahaan ekstraktif.

Hal lainnya yang harus diperhatikan oleh para pebisnis industri adalah melakukan pembukuan keuangan secara rapi dan juga akurat. Untuk membantu Anda dalam melakukan kegiatan tersebut, maka gunakanlah software akuntansi dari Accurate Online.

Accurate Online sudah dipercaya oleh lebih dari 300 ribu pebisnis di Indonesia karena fiturnya yang lengkap dan bisa diakses dimana saja dan kapan saja dengan tampilannya yang sangat sederhana. Selain itu, dengan menggunakan Accurate Online, Anda bisa mendapatkan lebih dari 200 jenis laporan keuangan secara cepat dan mudah.

Anda bisa langsung menikmati fitur dan keunggulan dari Accurate Online secara gratis selama 30 hari disini

Sumber : Sugi Priharto

Related posts

Sistem Pemungutan Pajak dan Pengelompokan Pajak di Indonesia

Miftah

Pitching Adalah Metode Ampuh Untuk Mengubah Audiens Menjadi Pelanggan

Wida

8 Jenis Pajak Penghasilan yang Wajib Dibayar Oleh Perusahaan dan Badan Usaha

Wida