25.8 C
Jakarta
August 2, 2021
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
Berita

PPIC Adalah: Pengertian, Tujuan dan Cara Meningkatkannya

Production Planning and Inventory Control atau PPIC adalah salah satu istilah yang pasti sudah sangat umum di jurusan teknik industri. Beberapa dari Anda yang baru lulus dan ingin mengajukan posisi PPIC pada suatu perusahaan juga hampir bisa dipastikan sudah memahami apa itu PPIC.

Nah, dalam kesempatan kali ini, kita akan membahas lebih detail tentang PPIC, lengkap dengan tujuan dan cara meningkatkan PPIC pada suatu perusahaan.

Pengertian PPIC

PPIC adalah salah satu istilah yang sangat erat kaitannya dengan suatu proses produksi. Di dalam dunia manufaktur, proses PPIC dilakukan pada setiap kegiatan produksi.

Seluruh proses manufaktur, baik itu dalam hal mengontrol sampai menyiapkan bahan baku produksi, adalah salah satu kegiatan PPIC. Bahkan, di beberapa perusahaan, PPIC adalah suatu divisi atau departemen utama untuk membantu kegiatan produksi yang lebih efisien dan juga lebih hemat biaya.

Selain itu, PPIC juga dilakukan untuk mengendalikan suatu jumlah barang dagang atau persediaan agar jumlahnya bisa selalu sesuai dengan permintaan suatu pasar.

Di dalam suatu perusahaan, PPIC mampu menjembatani kebutuhan divisi pemasaran atau marketing dengan departemen produksi.

Artinya, seluruh keperluan pemasaran atau keperluan marketing dalam mempromosikan suatu produk dan memberikan dampak dalam jumlah produksi di masa depan akan diproses oleh tim PPIC ke tim produksi.

Dalam hal ini, departemen PPIC akan memberikan suatu rencana produksi dan persedian bahan baku pada pihak produksi, agar mereka bisa membuat produk yang sesuai dan tepat waktu, sehingga bisa didistribusikan dengan baik oleh tim marketing.

Proses distribusi pun nantinya akan lebih tepat waktu dengan jumlah produk yang cukup. Bahkan pada beberapa perusahaan tertentu, departemen PPIC bisa saling berhubungan dengan divisi pengadaan dan divisi keuangan perusahaan.

Tujuan PPIC

Berdasarkan penjelasan PPIC di atas, maka bisa kita simpulkan beberapa poin terkait tujuan dari adanya PPIC. Jadi, ada beberapa poin terkait tujuan PPIC, yaitu:

  • Membantu perusahaan agar lebih efektif dan juga efisien dalam hal melakukan kegiatan produksi.
  • Membantu perusahaan agar lebih efektif dan juga efisien terkait aktivitas produksi
  • Membantu perusahaan agar lebih maksimal dalam hal menggunakan modal produksi agar seluruh perencanaan jangka panjang perusahaan agar bisa tercapai.
  • Mengatur berbagai langkah dalam proses produksi agar bisa dijadikan sebagai patokan dalam hal membuat perencanaan proses produksi di masa depan.
  • Mengendalikan dan mengatur seluruh alur pendistribusian bahan baku perusahaan.
  • Membantu divisi lain di dalam perusahaan, seperti divisi penjualan, pemasaran, dan produksi untuk menentukan jumlah produk, waktu lamanya produksi, dan alur pendistribusiannya agar inventory perusahaan menjadi lebih efisien lagi.

Manfaat PPIC

Jika pengertian dan tujuan PPIC sudah bisa dipahami dengan baik, maka manfaat PPIC pasti sudah semakin tergambar jelas di pikiran Anda. Namun, penerapan PPIC yang baik tidak berhenti di sana.

Selain akan berdampak baik pada proses produksi yang lebih efisien, ada juga aspek lainnya yang akan terbantu, seperti investasi dan idle time reduction.

Beberapa contoh manfaat dari adanya PPIC adalah investasi aset perusahaan akan lebih tepat, mengurangi adanya biaya labour, sampai meningkatkan ROA atau Return On Assets manajemen perusahaan.

Nah, berikut ini adalah kelima manfaat penerapan PPIC yang baik pada perusahaan manufaktur:

1. Memastikan Besaran Investasi Aset 

Saat suatu perusahaan sudah mempunyai perencanaan produksi dan pemantauan kontrol persediaan yang baik, maka pihak perusahaan bisa mengidentifikasi besaran atau kapasitas maksimal produksi dengan sangat mudah.

Jadi, secara tidak langsung, perusahaan mampu menentukan kapasitas yang tepat untuk berbagai keperluan perlengkapan, hingga supplier untuk menyelesaikan jumlah produksi.

Untuk itu, perusahaan akan lebih mudah dalam menemukan budget yang tepat, khususnya dalam bentuk investasi. Dengan demikian, adanya kelengkapan alat perusahaan bisa lebih dimanfaatkan dengan semaksimal mungkin.

2. Mengurangi Waktu Idle

Saat berada di dalam alur penyediaan dan juga perencanaan bahan baku mengalami hambatan, maka perusahaan akan mampu mengalami delay atau keterlambatan di dalam suatu proses produksi.

Dengan kehadiran PPIC yang lebih baik, maka keterlambatan waktu bisa dihindari dengan maksimal, bahkan akan membuat perusahaan bisa lebih siap jika seandainya terjadi delay yang tidak bisa diduga pada bahan material tertentu tanpa di dalamnya harus memengaruhi waktu produksi.

3. Mengurangi Ongkos Pegawai

Dengan kehadiran PPIC yang lebih matang dan terencana, maka perusahaan akan lebih mampu memilih bahan baku yang tepat, sistem teknologi yang lebih sesuai, dan juga mampu menemukan kegiatan produksi yang mampu memaksimalkan produktivitas perusahaan.

Dalam hal ini, maka perusahaan akan lebih terbantu dalam mengurangi ongkos tenaga kerja karena jumlah yang dibutuhkan akan lebih sedikit lagi dengan suatu hasil produksi yang lebih besar lagi.

4. Peningkatan Customer Service

Dengan kehadiran jadwal produksi yang lebih efisien, maka perusahaan mampu memberikan adanya pengiriman yang tepat waktu. Sehingga, hal mampu meningkatkan kepuasan konsumen dan juga mengurangi nilai komplain.

Sehingga, pada akhirnya hal ini akan mampu membantu meningkatkan  citra positif perusahaan dan juga meningkatkan kepuasan pelanggan.

5. Meningkatkan ROA Perusahaan

Ketika perusahaan mampu meningkatkan kapasitas produksinya, maka dalam hal ini PPIC sudah mampu meningkatkan ROA perusahaan. Perusahaan juga akan mampu menemukan proses terbaik yang mampu memanfaatkan berbagai alat perusahaan secara lebih maksimal.

Selain itu, mesin perusahaan juga tidak akan mengalami overused karena sudah direncanakan dengan baik sesuai dengan kapasitas produksi perusahaan.

Berbagai aset perusahaan dalam bentuk mesin dan juga peralatan lainnya juga akan lebih efektif untuk menghasilkan produk yang tepat.

Tugas Kerja Manajer dan Buruh

Di dalam departemen ataupun tim PPIC, setiap manajer dan staff mempunyai perannya sendiri. Manajer PPIC memiliki tugas yang lebih menyeluruh dan memengaruhi keseluruhan tugas para staf nya. Disisi lain, setiap staff mempunyai tugas yang lebih spesifik lain seperti aktivitas pekerjaan tertentu.

Meskipun setiap perusahaan mempunyai kebijakan dan juga deskripsi pekerjaannya masing-masing, berikut ini adalah berbagai tugas kerja keduanya secara umum di dalam divisi PPIC.

Untuk seorang manajer, tugas utamanya di dalam tim PPIC adalah membuat perencanaan perusahaan terkait pengadaan bahan berdasarkan prediksi dan juga informasi yang sudah dibuat. Mereka juga harus mampu memantau kondisi stok barang yang sudah dan akan dibuat.

Manajer PPIC pun harus selalu memantau bagian inventory pada proses produksi, penyimpanan gudang, dan yang dipesan, sehingga pihak perusahaan akan mampu membuat produk dengan lancar dan seimbang.

Tugas lainnya dari manajer PPIC adalah melakukan komunikasi dan juga menjalin kerjasama dengan divisi lain, sehingga berbagai masalah produksi bisa diatasi dan penentuan strategi bisa dibuat dengan lebih mudah.

Nah, untuk staff PPIC, biasanya mereka harus memiliki tanggung jawab pada setiap kegiatan rutin di gudang, pengendalian produksi, pengendalian persediaan, sampai kontrol distribusi. Mereka juga harus bisa memastikan bahan yang masuk, yang disimpan, penyediaan, hingga pengiriman barang.

Selain itu, staff PPIC juga memiliki tugas untuk bisa mempertanggungjawabkan segala perbaikan secara terus menerus dan harus memperbarui produksi sesuai dengan kapasitas produksi.

Cara Meningkatkan PPIC

Di zaman yang sudah kaya akan teknologi seperti saat ini, pebisnis manufaktur akan kesulitan dalam memaksimalkan PPIC nya jika masih menggunakan cara manual atau tradisional.

Setiap kesalahan mampu menyebabkan data menjadi tidak akurat dan berbagai proses yang lambat juga akan menyebabkan ketidaklancaran pada proses produksi.

Kabar baiknya, saat ini pihak produsen atau pebisnis manufaktur tidak perlu lagi melakukan PPIC secara manual, karena mereka bisa melakukannya secara otomatis dengan memanfaatkan sistem ERP.

Dengan menggunakan sistem ERP, maka pihak produsen mampu mengelola berbagai proses secara lebih cepat dan akurat. Seluruh kegiatan produksi juga akan mampu diintegrasikan pada suatu sistem yang terpusat, sehingga pihak produsen tidak perlu lagi menggunakan sistem yang beragam pada setiap proses produksi.

Penutup

Demikianlah pembahasan lengkap kita tentang PPIC atau Production Planning and Inventory Control, mulai dari pengertian, tujuan, hingga tugas masing-masing staff pada PPIC. Jika bisa dilakukan dengan baik dan tepat. Maka bukan tidak mungkin tujuan utama perusahaan bisa tercapai dengan baik, dan keuntungan perusahaan pun akan semakin besar.

Namun, untuk bisa lebih memastikan keuntungan perusahaan, maka Anda bisa menggunakan software akuntansi dari Accurate Online. Kenapa? karena aplikasi akuntansi ini bisa memberikan laporan keuangan secara real time.

Selain itu, tampilan Accurate Online juga sangat mudah dimengerti, bahkan oleh mereka yang tidak memiliki latar belakang akuntansi sekalipun.

Tertarik? Anda bisa menghubungi ke no wa di 087865356777 ( Handry Liem )

Related posts

E-commerce Adalah: Pengertian, Jenis, Kelebihan dan Kekurangan E-commerce

Eri Katsir

Membahas secara Lengkap Pola Produksi Massal pada suatu Bisnis

Wida

Roadmap Adalah: Pengertian dan Tips Membuat Produk Roadmap yang Baik

Handry