28.9 C
Jakarta
May 22, 2024
Official Store Software Akuntansi Accurate
Berita

Perjuangan Kaum Proletar, Sejarah Panjang Hari Buruh Internasional

Sejarah Hari Buruh Internasional

Mei selalu menjadi bulan yang dinanti-nanti oleh para pekerja atau buruh. Di awal Mei telah ditetapkan sebagai Hari Buruh Internasional atau sering disebut May Day. Sejarah panjang berabad-abad telah dimulai sejak 1 Mei  1886 di Amerika Serikat. Pada saat itu, terjadi pergolakan besar buruh menuntut keadilan dan kesehjahteraan.

Di Indonesia tanggal 1 Mei telah menjadi hari libur nasional yang ditetapkan pada masa Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Meskipun di UU 12/1948 telah ditentukan bahwa Pekerja boleh tidak bekerja setiap 1 Mei, namun banyak Pengusaha yang tidak mengizinkan para Buruh untuk tidak bekerja. Sehingga ditetapkan secara langsung 1 Mei menjadi hari libur.

Asal Usul Hari Buruh Internasional

Peringatan hari buruh menjadi momentum bagi para buruh dalam meraih hak-hak mereka. Sejarah hari buruh internasional bermula dari Revolusi Industri di awal abad ke-19, pada saat itu banyak buruh bekerja dalam kondisi kerja yang buruk, jam kerja yang panjang, dan upah yang rendah menjadi kenyataan pahit bagi kaum buruh.

Banyak pekerja yang dituntut untuk bekerja selama 19-20 jam dalam satu hari dengan upah yang tidak layak demi memenuhi ekspektasi para kaum Borjuis pada saat itu. Keterpurukan ini membuat para buruh membuat gelombang protes untuk menuntut cara bekerja yang lebih manusiawi.

Peringatan 1 Mei pertama kali dilakukan pada 1 Mei 1886 di Chicago, Amerika Serikat yang diikuti oleh sekitar 400 ribu buruh turun ke jalan. Para buruh menuntut penghasilan yang lebih layak, waktu kerja lebih layak, dan kondisi kerja yang lebih aman.

Baca Juga: Pengertian Entrepreneur dan Perbedaannya Dengan Pengusaha

Gelombang protes tersebut berlangsung selama beberapa hari, bahkan selama 4 hari Protes terjadi kerusuhan yang cukup besar dan menimbulkan banyak korban tewas dan luka-luka.

Lalu, untuk mengenang kejadian di Amerika Serikat, 300 ribu buruh di London, Inggris melakukan unjuk rasa hingga menjadikan tanggal 1 Mei  menjadi Hari Buruh Internasional.

Sejarah Hari Buruh Nasional

Setelah mengetahui sejarah Hari Buruh Internasional, mungkin Anda bertanya-tanya kapan peringatan Hari Buruh di Indonesia menjadi libur nasional?

Peringatan Hari Buruh di Indonesia telah di mulai di masa Kolonial Belanda, pada saat itu di pelopori oleh Serikat Buruh Kung Twang Hee yang melakukan aksi protes di Semarang. Protes dilakukan karena Pemerintah Kolonial menerapkan harga sewa yang murah, jam kerja yang panjang, disertai jumlah upah yang tidak layak.

Di Masa Kemerdekaan, tepatnya di 1946 Hari Buruh kembali muncul pada Kabinet Sjahrir yang mengusulkan 1 Mei sebagai Hari Buruh Internasional. Namun, tidak berlangsung lama, sebab di era Order Baru, Hari Buruh dilarang karena dianggap sebagai paham Komunisme.

Hingga akhirnya Presiden BJ Habibie melakukan ratifikasi Konvensi ILO No 81 tentang kebebasan berserikat buruh. Di 2013, Hari Buruh Internasional dijadikan libur nasional.

Peran Buruh dalam Perekonomian

Sering sekali buruh atau pekerja tidak dianggap andil mereka dalam perekonomian suatu negara. Padahal buruh menjadi garda terdepan perkembangan ekonomi selain para pengusaha. Selain mereka memproduksi dan melayani konsumen bagi perusahaan tempat mereka bekerja, para buruh juga menjadi penggerak ekonomi negara, karena jumlah pekerja yang cukup banyak. Buruh menjadi kekuatan utama dalam menentukan wajah ekonomi suatu bangsa.

Baca Juga: 5 Cara Menjadi Pengusaha Sukses Yang Bisa Anda Lakukan Sekarang

Aksi Hari Buruh

Aksi Hari Buruh menjadi demonstrasi yang ditunggu-tunggu oleh Para Buruh, pada aksi ini mereka menuntut keadilan dan kesehjahteraan, dengan melakukan aksi demonstrasi serta mogok kerja. Sebab, masih banyak perusahaan-perusahaan yang tidak memenuhi kewajiban karyawan dengan baik.

Pada umumnya, aksi Hari Buruh menjadi momen tahunan yang dilakukan para pekerja untuk mendapatkan keadilan. Menganggap bahwa upah yang mereka dapatkan tidak sesuai dengan kebutuhan rumah tangga saat ini, serta meminta jaminan keamanan bekerja bagi para pekerja sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Hari Buruh menjadi momen untuk mengenang pengorbanan dan perjuangan para buruh dalam memperjuangkan hak-hak mereka.

Mendorong perbaikan kondisi kerja; Peringatan ini menjadi pengingat bagi pemerintah dan pengusaha untuk terus memperbaiki kondisi kerja dan kesejahteraan buruh. Akhir-akhir ini, banyak buruh yang bekerja diluar dari Upah Minimum Regional dengan kondisi kerja yang cukup tinggi.

Memperkuat solidaritas buruh; Hari Buruh menjadi momen untuk memperkuat solidaritas antar buruh dan menyatukan suara mereka dalam memperjuangkan hak-hak bersama.

Serikat Pekerja sebagai Aliansi Para Buruh

Setiap aksi yang dilakukan oleh para Buruh, selalu berada dibawah naungan Serikat Buruh. Serikat buruh menjadi organisasi yang dibentuk untuk melindungi, memajukan, dan memperbaiki kepentingan sosial, ekonomi, dan politik para buruh secara kolektif.

Keberadaan Serikat Pekerja menjadi organisasi yang dianggap mewakili suara para buruh dan pekerja. Tetapi banyak pengusaha yang merasa kehadiran Serikat Pekerja sebagai bentuk ancaman bagi mereka. Hal ini ditandai dengan masih banyaknya Perusahaan yang tidak memperbolehkan adanya Perkumpulan Pekerja di dalam Perusahaan.

Hari Buruh di Era Modern

Perjuangan buruh di era modern masih berlanjut, dengan fokus pada isu-isu seperti upah minimum yang layak, jaminan kesehatan dan keselamatan kerja, serta perlindungan terhadap praktik kerja yang diskriminatif.

Teknologi dan globalisasi membawa perubahan baru dalam dunia kerja, dan buruh harus terus beradaptasi dan memperjuangkan hak-hak mereka di era digital ini. Adaptasi ini juga perlu didukung oleh para Pengusaha kepada para buruh dengan memberikan kesempatan pengembangan diri dan kompetensi para buruh.

Pentingnya Mempelajari Sejarah Hari Buruh

Memahami sejarah Hari Buruh membantu kita untuk menghargai perjuangan para buruh dan memahami pentingnya hak-hak para pekerja. Sering kali pengusaha bertindak diluar dari regulasi yang telah ditetapkan oleh Pemerintah mengenai hak pekerja dan menyebabkan kerugian secara langsung maupun tidak langsung kepada para buruh atau pekerja.

Pengetahuan ini mendorong kita untuk menjadi pengusaha yang lebih bertanggung jawab dan mendukung perusahaan untuk memperlakukan buruh secara adil dan memandang kesehjahteraan para pekerja.

Selamat Hari Buruh

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

8 Usaha untuk Membangun UKM dari Rumah yang Bisa Anda Coba

ademuthia

Riset Pasar: Pengertian, Jenis, Metode dan Cara Melakukannya

Handry

Gunakan Accurate Online sebagai Solusi Pembukuan Hotel Anda

Handry