31 C
Jakarta
February 21, 2024
ABC Semanggi –  Aplikasi pembukuan paling TOP di indonesia
AkuntansiBisnis

Vertical Market: Keuntungan dan Kekurangan dalam Strategi Bisnis

Vertical market merujuk pada kelompok industri yang terdiri dari usaha-usaha dengan target pasar yang tergolong niche atau sempit. Dalam vertical market, usaha-usaha ini umumnya hanya menawarkan satu atau dua produk yang melayani segmen pelanggan yang sangat spesifik. Walaupun mungkin terlihat terbatas, keberadaan vertical market memberikan peluang dan tantangan tersendiri bagi para pelaku bisnis.

Baca juga : Menggali Lebih Dalam: Strategi Pemasaran dengan Konsep Scarcity Marketing

Contoh Jenis Usaha di Vertical Market

Beberapa contoh usaha yang sering ditemukan di dalam vertical market mencakup bidang beauty & wellness, kesehatan, olahraga, hingga produk bayi dan anak-anak. Namun, sebagian besar usaha di dalam vertical market bisa menjadi lebih spesifik lagi. Sebagai contoh, ada usaha produk olahraga yang menyediakan barang-barang khusus untuk pendaki gunung dan rock climbing.

Kelebihan Vertical Market

1. Pemasaran Lebih Fokus dan Hemat

Salah satu keunggulan utama dari beroperasi di vertical market adalah fokusnya pada target pasar yang sangat spesifik. Dengan jumlah pelanggan yang relatif kecil, strategi pemasaran dapat dilakukan dengan lebih efektif dan hemat. Modal pemasaran tidak perlu terlalu besar karena fokus hanya pada pelanggan yang sudah ada.

2. Tidak Terlalu Kompetitif

Keterbatasan jumlah usaha dalam vertical market menciptakan lingkungan bisnis yang kurang kompetitif. Hal ini memberikan keuntungan bagi pelaku usaha yang tidak perlu terlibat dalam persaingan ketat. Fokus dapat dialihkan sepenuhnya pada pelayanan pelanggan dan pengembangan produk tanpa perlu khawatir akan tekanan kompetitor.

Kekurangan Vertical Market

1. Kecenderungan untuk Tidak Berinovasi

Meskipun atmosfer persaingan yang rendah dapat menjadi keuntungan, namun hal ini juga dapat menjadi kelemahan. Tingkat kompetisi yang minim cenderung membuat usaha di dalam vertical market kurang termotivasi untuk berinovasi. Karena tidak ada tekanan kompetitif yang signifikan, usaha mungkin tidak merasa perlu untuk terus-menerus menciptakan produk baru atau meningkatkan kualitasnya.

2. Minim Pilihan untuk Pelanggan

Keberadaan terbatas usaha di dalam vertical market bisa mengakibatkan kurangnya variasi produk bagi konsumen. Dari perspektif pembeli, terbatasnya opsi dapat dianggap sebagai kelemahan, terutama jika mereka mencari variasi atau opsi yang lebih luas.

Baca juga : 5 Faktor Penting yang Menentukan Strategi Order Fulfillment Usahamu

Kesimpulan

Vertical market, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, menawarkan strategi bisnis yang unik. Keberhasilan dalam vertical market bergantung pada kemampuan usaha untuk memanfaatkan kelebihan yang dimilikinya sambil mengatasi tantangan yang ada. Dengan memahami dinamika vertical market, pelaku bisnis dapat mengembangkan strategi yang sesuai untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan keberlanjutan usaha mereka.

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Mengenal Accrued Revenue dan Deferred Revenue dalam Dunia Usaha

Agung

Panduan Lengkap Memulai Bisnis Jual Beli Emas: Tips dan Strategi Sukses

Ika Maiyastri

4 Jenis Laporan Keuangan yang Dibutuhkan Perusahaan

Miftah