25.2 C
Jakarta
February 20, 2026
Solusi Pembukuan Bisnis
Bisnis

Berapa Besar Dampak Kesehatan Mental terhadap Lingkungan Kerja?

Sebagai pemilik bisnis, banyak dari Anda mungkin sedang bertanya-tanya sejauh mana kesehatan mental karyawan memengaruhi kehidupan kerja. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko masalah emosional atau mental adalah salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap biaya medis yang harus ditanggung oleh perusahaan. Selain masalah kesehatan fisik dan klaim medis, kesehatan mental yang buruk dapat menjadi penyebab utama ketidakhadiran karyawan dan dapat mengurangi produktivitas secara signifikan.

Baca juga : Akuntansi dalam Bisnis: Pentingnya Penggunaan Software Akuntansi

Dampak Kesehatan Mental terhadap Produktivitas

Kesehatan mental yang buruk dapat menjadi pemicu terjadinya kesalahan dan kelalaian yang dapat mengakibatkan insiden serius di lingkungan kerja. Karyawan yang merasa stres dan tertekan cenderung membuat lebih banyak kesalahan, yang pada gilirannya dapat mempengaruhi keamanan di tempat kerja. Kegagalan dalam mengatasi stres dan tekanan psikologis juga dapat mengakibatkan gangguan kognitif yang memengaruhi kemampuan karyawan untuk bekerja dengan efisien.

Sebuah lingkungan kerja yang menjadi penyebab stres seringkali diidentifikasi oleh tingginya perputaran karyawan. Karyawan yang merasa terjebak dalam lingkungan yang tidak mendukung kesejahteraan mental mereka lebih cenderung untuk mencari pekerjaan lain yang lebih memperhatikan aspek ini. Ini pada akhirnya mengakibatkan kehilangan karyawan-karyawan berbakat yang mungkin sulit digantikan.

Dukungan Manajemen dalam Kesehatan Mental

Penting bagi perusahaan dan pemilik bisnis untuk memberikan dukungan yang proaktif terhadap kesehatan mental karyawan. Di Inggris, data menunjukkan bahwa 31% tenaga kerja telah resmi didiagnosis memiliki masalah kesehatan mental. Sebagai dampak dari masalah ini, perusahaan-perusahaan harus mengeluarkan biaya besar sekitar £42 miliar setiap tahun untuk mengatasi hilangnya produktivitas, perekrutan, dan ketidakhadiran karyawan.

Namun, menariknya, sebagian besar karyawan dalam kasus ini menyatakan bahwa atasan atau manajemen yang berperan aktif dalam mendukung kesejahteraan mental mereka membuat mereka merasa lebih loyal dan produktif. Hal ini menunjukkan bahwa pemilik bisnis masih memiliki potensi untuk membentuk loyalitas karyawan dan mempertahankan produktivitas kerja jika mereka benar-benar memperhatikan isu kesehatan mental.

Menciptakan Lingkungan Kerja yang Sehat

Salah satu kunci utama dalam membantu karyawan yang mengalami masalah kesehatan mental adalah menciptakan lingkungan kerja yang kondusif dan mendorong karyawan untuk berbicara tentang masalah yang mereka hadapi. Beberapa karyawan mungkin memiliki kekhawatiran dari berbagai aspek, seperti emosional, finansial, atau persoalan pribadi. Dalam konteks ini, peran manajer sangat penting dalam menciptakan lingkungan kerja yang memberikan rasa aman bagi karyawan untuk berbicara dan mencari solusi.

Ada banyak pelatihan yang dapat diikuti oleh manajer atau pemilik usaha untuk belajar cara membangun tempat kerja yang sehat secara mental, termasuk bagaimana menangani stigma dan diskriminasi terkait kesehatan mental.

Penyediaan Opsi Remote Working

Kebijakan remote working, atau bekerja dari jarak jauh, dapat menjadi cara efektif untuk mengurangi stres di lingkungan kerja. Di kota-kota dengan lalu lintas yang padat, bekerja dari rumah dapat menghilangkan tekanan yang biasa dialami saat bepergian ke kantor. Lebih dari itu, kebijakan ini memberikan fleksibilitas kepada karyawan dalam mengelola kebutuhan pribadi, seperti mengatur janji bertemu dengan psikolog atau psikiater, menyelesaikan urusan pengasuhan anak, dan memberikan kesempatan untuk berolahraga, yang memiliki dampak positif pada kesehatan fisik dan mental.

Karena sebagian besar rumah tangga memiliki akses yang baik terhadap internet, pekerjaan tertentu dapat dilakukan dari lokasi mana pun. Ini membuka peluang bagi pemilik bisnis untuk mengimplementasikan kebijakan remote working, terutama untuk posisi-posisi tertentu yang memungkinkan pekerjaan dari jarak jauh.

Akses kepada Bantuan Profesional

Salah satu dukungan yang tak kalah penting adalah memberikan akses kepada bantuan profesional bagi karyawan, seperti konseling gratis di tempat kerja atau rujukan untuk tindak lanjut. Akses ke terapi gratis untuk karyawan yang menghadapi masalah kesehatan mental dapat membantu mengatasi kekhawatiran tentang biaya dan juga bertindak sebagai upaya preventif untuk masalah yang lebih serius. Dengan adanya akses seperti ini, karyawan merasa didukung dalam perjuangan mereka untuk mempertahankan kesehatan mental yang baik.

Baca juga : Pengertian Online Marketplace dan Jenis-Jenisnya

Kesimpulan

Dalam kesimpulan, kesehatan mental karyawan memiliki dampak besar terhadap lingkungan kerja. Dukungan yang diberikan oleh perusahaan atau pemilik bisnis dapat membantu meningkatkan kesejahteraan karyawan, meningkatkan produktivitas, dan menjaga keamanan di tempat kerja. Melalui menciptakan lingkungan kerja yang sehat, menyediakan opsi remote working, dan memberikan akses kepada bantuan profesional, perusahaan dapat membantu karyawan mengatasi masalah kesehatan mental mereka, yang pada gilirannya akan memberikan manfaat jangka panjang bagi semua pihak. Dalam era di mana kesehatan mental semakin diakui sebagai aspek penting dalam kehidupan kerja, perhatian dan tindakan nyata dari pemilik bisnis adalah langkah yang sangat dihargai.

Related posts

Pentingnya Media Sosial bagi Bisnis UMKM

Agung

Peluang & Tantangan UMKM 2025 : Digitalisasi Hingga Kolaborasi

admin

Strategi Efektif Nudge Marketing: Meningkatkan Pengambilan Keputusan Pelanggan

Agung