Banyak pelaku UMKM mengira keuntungan bisnis yang kecil disebabkan oleh kurangnya penjualan.
Padahal dalam banyak kasus, masalah sebenarnya justru terletak pada cara menentukan harga jual produk.
Harga jual yang terlalu rendah memang bisa membuat produk lebih mudah terjual. Namun jika tidak dihitung dengan benar, keuntungan bisnis akan terus menipis dan usaha sulit berkembang.
Karena itu penting bagi setiap pemilik usaha untuk memahami cara menentukan harga jual yang tepat agar bisnis tetap kompetitif sekaligus menghasilkan profit yang sehat.
Lalu apa saja kesalahan yang sering dilakukan saat menentukan harga jual?
Simak penjelasannya berikut ini.
Kenapa Menentukan Harga Jual Itu Penting?
Harga jual bukan hanya angka yang dicantumkan pada produk.
Harga jual berpengaruh langsung terhadap:
✅ keuntungan bisnis
✅ cash flow usaha
✅ kemampuan ekspansi
✅ strategi promosi
✅ daya saing bisnis
Jika harga jual terlalu rendah, profit akan menipis.
Sebaliknya jika terlalu tinggi, pelanggan bisa beralih ke kompetitor.
Karena itu penentuan harga harus dilakukan secara cermat.
1. Tidak Menghitung Semua Biaya
Ini adalah kesalahan yang paling sering terjadi.
Banyak pelaku usaha hanya menghitung biaya bahan baku.
Padahal masih ada biaya lain yang harus diperhitungkan seperti:
- kemasan
- listrik
- gas
- ongkos kirim
- biaya marketplace
- gaji karyawan
- biaya operasional
Akibatnya harga jual terlihat menguntungkan padahal sebenarnya margin sangat kecil.
Dampaknya
🚨 Profit lebih kecil dari perkiraan
🚨 Sulit menutupi biaya operasional
🚨 Cash flow terganggu
2. Tidak Menentukan Target Profit
Sebagian pelaku usaha menentukan harga jual hanya dengan menambahkan sedikit keuntungan dari modal.
Padahal setiap bisnis seharusnya memiliki target margin keuntungan yang jelas.
Misalnya:
- target profit 30%
- target profit 40%
- target profit 50%
Tanpa target profit yang jelas, harga jual sering kali tidak mampu mendukung pertumbuhan bisnis.
Dampaknya
🚨 Keuntungan tidak terukur
🚨 Bisnis sulit berkembang
3. Menentukan Harga Hanya Berdasarkan Kompetitor
Banyak UMKM menentukan harga dengan cara:
“Toko sebelah jual Rp20.000, saya ikut Rp20.000.”
Padahal struktur biaya setiap bisnis berbeda.
Kompetitor mungkin memiliki:
- supplier lebih murah
- skala bisnis lebih besar
- biaya operasional lebih rendah
Karena itu harga jual harus tetap didasarkan pada HPP dan target profit bisnis Anda sendiri.
Dampaknya
🚨 Terjebak perang harga
🚨 Margin keuntungan semakin kecil
4. Terlalu Sering Memberikan Diskon
Diskon memang dapat meningkatkan penjualan dalam jangka pendek.
Namun jika dilakukan terlalu sering tanpa perhitungan yang tepat, keuntungan bisnis bisa tergerus.
Sebelum memberikan promo, pastikan Anda mengetahui:
- HPP produk
- margin keuntungan
- dampak terhadap profit
Dampaknya
🚨 Margin menurun
🚨 Pelanggan terbiasa membeli saat diskon
🚨 Profit semakin tipis
5. Tidak Mengevaluasi Harga Secara Berkala
Harga bahan baku, biaya operasional, dan kondisi pasar terus berubah.
Namun masih banyak pelaku usaha yang menggunakan harga jual yang sama selama bertahun-tahun.
Padahal kenaikan biaya produksi dapat mengurangi keuntungan secara signifikan.
Lakukan evaluasi harga secara berkala agar profit tetap terjaga.
Dampaknya
🚨 Harga tidak lagi relevan
🚨 Profit terus menurun tanpa disadari
Baca juga : Cara menghitung BEP untuk UMKM
Rumus Sederhana Menentukan Harga Jual
Sebagai gambaran sederhana:
Contoh:
HPP Produk = Rp8.000
Biaya Operasional per Produk = Rp2.000
Target Margin = Rp5.000
Harga Jual:
Rp8.000 + Rp2.000 + Rp5.000
= Rp15.000
Tanda Harga Jual Anda Bermasalah
Perhatikan beberapa gejala berikut:
🚨 Omzet besar tetapi keuntungan kecil
🚨 Penjualan tinggi tetapi uang bisnis tidak bertambah
🚨 Kesulitan membayar biaya operasional
🚨 Harus terus mengejar volume penjualan
🚨 Profit tidak sesuai target
Jika mengalami kondisi tersebut, sudah saatnya mengevaluasi strategi penentuan harga jual.
Cara Menentukan Harga Jual yang Lebih Tepat
Berikut beberapa langkah yang bisa diterapkan:
Hitung HPP dengan Akurat
Masukkan seluruh biaya produksi.
Tentukan Target Margin
Sesuaikan dengan kondisi industri dan target bisnis.
Perhatikan Nilai Produk
Harga tidak selalu harus menjadi yang paling murah.
Evaluasi Secara Berkala
Lakukan penyesuaian ketika biaya berubah.
Gunakan Data Keuangan
Jangan hanya mengandalkan perkiraan.
FAQ
Apa kesalahan terbesar saat menentukan harga jual?
Tidak menghitung seluruh biaya yang terkait dengan produk.
Kenapa harga jual penting?
Karena berpengaruh langsung terhadap keuntungan dan keberlangsungan bisnis.
Apakah harga harus lebih murah dari kompetitor?
Tidak. Yang terpenting adalah harga sesuai dengan biaya, nilai produk, dan target keuntungan.
Seberapa sering harga jual harus dievaluasi?
Idealnya setiap terjadi perubahan biaya bahan baku atau minimal setiap beberapa bulan.
Kesimpulan
Menentukan harga jual bukan sekadar mengikuti harga pasar atau menambahkan keuntungan dari modal.
Harga jual yang tepat harus mempertimbangkan seluruh biaya, target profit, dan kondisi bisnis secara keseluruhan.
Dengan menghindari lima kesalahan di atas, UMKM dapat menjaga margin keuntungan tetap sehat dan membangun bisnis yang lebih berkelanjutan.
Kelola HPP, Harga Jual, dan Profit Lebih Mudah dengan Accurate Online
Menentukan harga jual yang tepat membutuhkan data biaya dan keuntungan yang akurat.
Semakin banyak produk, transaksi, dan biaya operasional, semakin sulit menghitung semuanya secara manual.
Dengan Accurate Online, Anda dapat:
✅ Menghitung HPP secara otomatis
✅ Memantau profit setiap produk
✅ Membuat laporan laba rugi instan
✅ Mengontrol biaya operasional
✅ Memantau cash flow bisnis secara realtime
✅ Mengambil keputusan bisnis berdasarkan data yang akurat
👉 Coba Accurate Online GRATIS selama 30 hari dan rasakan kemudahan mengelola bisnis dengan lebih cepat, akurat, dan menguntungkan.
Konsultasi & Demo Gratis bersama Tim ABC Semanggi

