Biaya tetap adalah jenis biaya yang bersifat baku atau tidak berubah-ubah. Adapun biaya variabel merupakan biaya yang sifatnya berubah-ubah. Kedua jenis biaya operasional ini terkadang masih sering disamakan padahal keduanya adalah hal yang berbeda.
Biaya tetap dan variabel adalah hal penting di dalam perusahaan. Oleh sebab itu, pengelolaannya juga harus dilakukan secara teliti dan hati-hati. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya kerugian di dalam perusahaan.
Pengertian Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Biaya tetap adalah biaya yang wajib dikeluarkan oleh sebuah perusahaan, sekalipun perusahaan tidak mendapatkan keuntungan sama sekali. Biaya tetap juga sering dipakai dalam melakukan metrik penghitungan keuangan.
Adapun pengertian biaya variabel yaitu biaya yang bersifat dinamis karena nilainya bisa berubah-ubah sewaktu-waktu. Salah satu penyebabnya ialah karena jumlah produksinya yang semakin besar sehingga jumlah biaya yang dikeluarkan pun semakin besar.
Baca Juga: Biaya Peluang: Pengertian, Latar Belakang, Manfaat dan Contohnya Bagi Perusahaan
Perbedaan Umum Biaya Tetap dan Biaya Variabel
Biaya Satuan
Prinsipnya, semakin tinggi produksi per unit suatu barang maka semakin rendah biaya tetap yang mesti dikeluarkan. Adapun biaya variabel berbanding lurus dengan jumlah satuan atau unit yang diproduksi.
Fokus Penilaian
Biaya tetap lebih ditentukan oleh waktu sedangkan biaya variabel lebih fokus kepada jumlah produksinya.
Kualitas Unit Produksi
Seperti yang telah diketahui, biaya tetap memiliki nilai yang tidak akan mengalami perubahan sekalipun kuantitas unitnya berubah. Adapun biaya variabel memiliki jumlah yang bervariasi sesuai dengan jumlah produksi unitnya.
Waktu Pengeluaran
Dalam biaya tetap, setiap perusahaan akan selalu mengeluarkan biaya selama periode tertentu sekalipun proses produksi tidak sedang berlangsung. Sementara biaya variabel hanya akan dikeluarkan saat proses produksi berlangsung dan tidak perlu mengeluarkan biaya lagi saat proses produksi telah selesai.
Komposisi Biaya
Biaya produksi umumnya terdiri atas biaya overhead produksi, biaya urusan administrasi, penjualan hingga biaya distribusi. Sedangkan biaya variabel adalah gabungan dari biaya bahan produksi, material yang dipakai, biaya produksi, tenaga kerja hingga biaya penjualan dan distribusi tidak tetap.
Jenis Biaya Tetap

Biaya Sewa Gedung
Jenis biaya tetap yang pertama ialah biaya sewa gedung yang mana jumlah biaya yang harus dikeluarkan tidak berubah-ubah. Jumlah besar biaya sewa gedung telah ditentukan sesuai kesepakatan sebelumnya.
Biaya Asuransi
Perusahaan juga harus menyiapkan biaya tetap yang masuk ke dalam kategori biaya tetap. Biaya asuransi disediakan sebagai bentuk antisipasi atas hal-hal yang bisa saja terjadi kedepannya.
Pajak Bumi Dan Bangunan
Setiap perusahaan juga wajib mengeluarkan biaya tetap tetap berupa pajak bumi dan bangunan yang di bayarkan setiap satu tahun sekali.
Biaya Penyusutan
Biaya penyusutan juga sering ditemui dalam sebuah bisnis atau perusahaan. Jenis biaya ini termasuk ke dalam kategori biaya tetap yang nilainya juga tidak mengalami perubahan.
Tagihan Air & Listrik
Biaya tagihan air dan listrik juga masuk ke dalam biaya tetap. Sehingga, bagaimanapun kondisi perusahaan yang dijalankan apakah sedang untung atau rugi, setiap perusahaan tetap wajib membayar tagihan-tagihan yang dimaksud.
Baca Juga: Biaya Rata-Rata Tertimbang: Pengertian, Cara Hitung dan Contohnya
Jenis-Jenis Biaya Variabel
Biaya Bahan Baku
Setiap bisnis yang dijalankan tentulah membutuhkan biaya bahan baku untuk proses penjualan barang ataupun jasa di tengah masyarakat. Berbeda dengan biaya tetap yang tidak mengalami perubahan nilai sama sekali, biaya bahan baku ini masuk ke dalam jenis biaya variabel yang nilainya bisa berubah-ubah. Seperti yang telah diketahui bersama, harga bahan baku terus berubah-ubah setiap harinya.
Bisa saja harga bahan baku hari ini masih normal akan tetapi sebulan kemudian menjadi semakin tinggi akibat kelangkaan bahan baku yang terjadi. Kualitas bahan baku juga turut mempengaruhi harganya di pasaran. Jika kualitas bahan baku jelek maka harganya pun bisa turun. Oleh sebab itu, harga bahan baku dikategorikan ke dalam biaya variabel karena nilai harganya yang cenderung berubah-ubah.
Biaya Tenaga Kerja Langsung
Perusahaan juga memerlukan sumber daya manusia untuk menunjang proses produksi perusahaan. Saat perusahaan merekrut tenaga kerja, maka perusahaan pun wajib untuk memberi mereka upah. Upah yang dimaksud bukanlah gaji melainkan upah atas hasil kerja yang mereka lakukan sesuai jumlah unit produk yang dikerjakan. Jadi, para pekerja tidak dibayar secara perbulan berbeda dengan status karyawan tetap pada umumnya.
Biaya Distribusi Produk
Dalam perusahaan terdapat juga yang namanya biaya distribusi produk. Bagian distribusi produk ini kemudian dimasukkan ke dalam biaya variabel. Setiap perusahaan terutama jenis perusahaan skala besar memerlukan divisi distribusi produk untuk mendistribusikan barang yang akan dipasarkan oleh konsumen. Oleh sebab itu, perusahaan perlu mengeluarkan biaya tambahan untuk membayar para distributor barang ini.
Karena distributor sebuah perusahaan berasal dari pihak luar perusahaan maka harga yang ditawarkan pun bisa berubah-ubah. Semuanya tergantung dari peraturan dan kontrak yang telah disepakati oleh pihak perusahaan dan distributor yang akan diajak melakukan kerja sama. Semakin kompleks jobdesk yang diberikan oleh pihak distributor maka semakin tinggi pula biaya yang harus Anda keluarkan.
Komisi Penjualan
Komisi penjualan umumnya akan diberikan jika sebuah bisnis atau perusahaan berhasil mencapai target penjualan mereka. Sebagai contohnya dapat Anda lihat pada pekerjaan reseller atau dropshiper. Ketika reseller dan dropshipper ini mampu menjual produk atau jasa perusahaan dalam jumlah yang sangat banyak maka reseller pun akan mendapatkan keuntungan yang banyak. Sebaliknya, jika target penjualan tidak terlalu maksimal maka keuntungan yang diberikan oleh perusahaan juga tidak banyak.
Komisi penjualan dimasukkan ke dalam jenis biaya variabel karena nilai komisi yang diberikan oleh perusahaan cenderung berubah-ubah. Semuanya tergantung dari hasil penjualan yang dilakukan oleh reseller atau dropshipper tersebut.
Biaya Overhead
Biaya overhead umumnya jarang atau bahkan hampir tidak pernah dimasukkan ke dalam laporan keuangan perusahaan. Terdapat beberapa alasan mengapa biaya overhead ini tidak dimasukkan ke dalam laporan keuangan. Salah satunya bisa jadi karena stakeholder tidak diketahui untuk jenis keperluan apa bisa juga karena biaya-biaya tersebut dianggap tidak penting karena jumlahnya tidak terlalu besar.
Beberapa contoh biaya overhead yang kemungkinan sering Anda temui dalam kehidupan sehari-hari di antaranya seperti biaya konsumsi harian, pembelian alat tulis hingga biaya fotokopi atau cetak dokumen untuk beberapa lembar saja.
Jika Anda bekerja pada sebuah perusahaan, tentu Anda akan sering menemui kelima jenis biaya variabel di atas. Terlebih jika Anda adalah seorang akuntan di perusahaan, maka tentu di dalam laporan transaksi keuangan perusahaan yang dikerjakan akan ditemukan jenis-jenis variabel yang telah dijelaskan sebelumnya.
Baca Juga: Pengertian Lengkap Biaya Tetap Dan Perbedaannya Dengan Biaya Variabel
Penutup
Sebuah perusahaan tentu saja akan sering berhadapan dengan yang namanya biaya tetap dan biaya variabel. Kesalahan penginputan dalam laporan keuangan sangat beresiko terhadap kerugian perusahaan. Hal ini sering terjadi saat melakukan kalkukasi biaya secara manual.
Karena penanganan biaya variabel dan biaya tetap adalah hal yang sangat kompleks bagi seorang akuntan apalagi saat dikerjakan secara manual maka ada baiknya untuk memanfaatkan software akuntansi Accurate Online. Tak hanya memudahkan Anda dalam proses penghitungan biaya transaksi perusahaan, software ini juga memberikan hasil yang lebih akurat dalam waktu yang sangat cepat. Untuk informasi selengkapnya terkait software akuntansi ini silahkan kunjungi link berikut ABCSemanggi.
