27.5 C
Jakarta
June 18, 2026
Solusi Pembukuan Bisnis
Keuangan Bisnis

Cara Menghitung Break Even Point (BEP) untuk UMKM: Rumus dan Contohnya

Menjalankan bisnis tanpa mengetahui titik impas atau Break Even Point (BEP) ibarat mengendarai mobil tanpa melihat indikator bahan bakar.

Banyak pelaku UMKM fokus meningkatkan penjualan, tetapi tidak mengetahui berapa minimal penjualan yang harus dicapai agar bisnis tidak mengalami kerugian.

Padahal dengan mengetahui Break Even Point (BEP), pemilik usaha dapat menentukan target penjualan yang lebih realistis dan mengambil keputusan bisnis dengan lebih tepat.

Lalu, bagaimana cara menghitung Break Even Point (BEP)?

Simak penjelasan lengkap berikut ini.

 

Apa Itu Break Even Point (BEP)?

Break Even Point atau BEP adalah kondisi ketika total pendapatan sama dengan total biaya yang dikeluarkan.

Pada titik ini bisnis tidak memperoleh keuntungan maupun kerugian.

Dengan kata lain, BEP adalah titik impas.

Mengetahui BEP sangat penting karena membantu pemilik usaha memahami berapa jumlah produk yang harus dijual agar bisnis tidak merugi.

Kenapa UMKM Perlu Menghitung BEP?

Banyak UMKM mengalami kesulitan menentukan target penjualan.

Akibatnya bisnis sering berjalan tanpa arah yang jelas.

Dengan menghitung BEP, Anda dapat:

  • mengetahui target penjualan minimum
  • menentukan harga jual yang tepat
  • mengukur kelayakan usaha
  • mengontrol biaya operasional
  • membuat strategi bisnis yang lebih akurat

Komponen dalam Perhitungan BEP

Sebelum menghitung BEP, Anda perlu memahami tiga komponen utama.

1. Biaya Tetap (Fixed Cost)

Biaya yang jumlahnya tidak berubah meskipun penjualan naik atau turun.

Contoh:

  • sewa tempat
  • gaji karyawan tetap
  • internet
  • listrik minimum
  • penyusutan aset

2. Biaya Variabel (Variable Cost)

Biaya yang berubah mengikuti jumlah produksi atau penjualan.

Contoh:

  • bahan baku
  • kemasan
  • ongkos kirim
  • komisi penjualan

3. Harga Jual

Harga yang dibayarkan pelanggan untuk setiap produk atau jasa yang dijual.

Rumus Break Even Point (BEP)

Untuk menghitung BEP dalam jumlah unit, gunakan rumus berikut:

Sedangkan untuk menghitung BEP dalam rupiah:

Contoh Menghitung BEP untuk UMKM

Misalnya sebuah usaha minuman memiliki data berikut:

Biaya Tetap

Rp5.000.000 per bulan

Harga Jual Produk

Rp20.000 per gelas

Biaya Variabel

Rp8.000 per gelas

Langkah Menghitung BEP

Margin kontribusi:

Rp20.000 – Rp8.000

= Rp12.000

Kemudian:

BEP = Rp5.000.000 ÷ Rp12.000

= 417 gelas

Artinya:

Bisnis harus menjual minimal 417 gelas per bulan agar tidak mengalami kerugian.

Penjualan di atas angka tersebut akan mulai menghasilkan keuntungan.

Cara Mengetahui Target Penjualan dari BEP

Salah satu manfaat terbesar BEP adalah membantu menentukan target penjualan.

Misalnya target laba Anda adalah Rp5 juta per bulan.

Maka jumlah penjualan yang harus dicapai tentu lebih tinggi dari angka BEP.

Dengan demikian, bisnis memiliki target yang lebih jelas dan terukur.

Manfaat Menghitung Break Even Point

Berikut beberapa manfaat menghitung BEP.

Menentukan Target Penjualan

Mengetahui berapa produk yang harus dijual setiap bulan.

Mengurangi Risiko Kerugian

Bisnis dapat lebih cepat mendeteksi potensi masalah.

Membantu Menentukan Harga Jual

Harga dapat disesuaikan agar tetap menghasilkan keuntungan.

Membantu Perencanaan Bisnis

Pemilik usaha dapat membuat strategi yang lebih realistis.

Menjadi Dasar Pengambilan Keputusan

BEP membantu menentukan kapan waktu yang tepat untuk ekspansi atau investasi.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menghitung BEP


Tidak Menghitung Semua Biaya

Banyak pelaku UMKM lupa memasukkan biaya seperti:

  • internet
  • administrasi
  • biaya marketplace
  • biaya promosi

Akibatnya hasil BEP menjadi tidak akurat.


Salah Menghitung Biaya Variabel

Jika biaya per produk tidak dihitung dengan benar, maka perhitungan BEP juga akan salah.


Tidak Memperbarui Data Secara Berkala

Harga bahan baku dapat berubah sewaktu-waktu.

Karena itu BEP perlu dievaluasi secara rutin.


Mengabaikan Laporan Keuangan

Perhitungan BEP akan lebih akurat jika didukung laporan keuangan yang lengkap.


Hubungan BEP dengan Profit Bisnis

BEP menunjukkan titik impas.

Sedangkan profit mulai diperoleh setelah bisnis berhasil melewati titik tersebut.

Semakin jauh penjualan di atas BEP, semakin besar potensi keuntungan yang diperoleh.

Karena itu memahami BEP sangat penting untuk meningkatkan profit dan menjaga kesehatan bisnis.


Cara Menghitung BEP Lebih Mudah

Saat bisnis masih kecil, perhitungan BEP bisa dilakukan menggunakan Excel.

Namun ketika transaksi semakin banyak, biaya operasional semakin kompleks, dan produk semakin beragam, proses perhitungan menjadi lebih sulit.

Karena itu banyak UMKM menggunakan software akuntansi untuk membantu menghitung:

  • HPP produk
  • laba rugi
  • margin keuntungan
  • cash flow
  • performa bisnis

Dengan data yang lebih akurat, pemilik usaha dapat mengetahui titik impas bisnis dan mengambil keputusan yang lebih tepat.

Baca juga : Cara menghitung Margin Keuntungan yang benar


FAQ

Apa itu Break Even Point (BEP)?

Break Even Point adalah kondisi ketika pendapatan sama dengan total biaya sehingga bisnis tidak untung maupun rugi.

Kenapa BEP penting untuk UMKM?

Karena membantu menentukan target penjualan minimum agar bisnis tidak mengalami kerugian.

Apa rumus menghitung BEP?

BEP = Biaya Tetap ÷ (Harga Jual – Biaya Variabel per Unit)

Apa manfaat menghitung BEP?

Untuk menentukan target penjualan, mengontrol biaya, dan meningkatkan keuntungan bisnis.


Kesimpulan

Break Even Point (BEP) adalah salah satu indikator penting dalam pengelolaan bisnis.

Dengan mengetahui titik impas, pemilik usaha dapat memahami berapa minimal penjualan yang harus dicapai agar bisnis tidak merugi.

Selain membantu menentukan target penjualan, BEP juga menjadi dasar dalam menetapkan harga jual, mengontrol biaya, dan merencanakan pertumbuhan usaha.

Karena itu, menghitung BEP secara rutin dapat membantu UMKM menjalankan bisnis dengan lebih sehat dan menguntungkan.


Kelola Bisnis Lebih Mudah dengan Accurate Online

Menghitung BEP, laba rugi, margin keuntungan, hingga cash flow secara manual memang masih memungkinkan ketika bisnis masih kecil.

Namun seiring berkembangnya usaha, jumlah transaksi, biaya operasional, stok barang, dan laporan keuangan akan semakin kompleks.

Dengan Accurate Online, Anda dapat:

✅ Menghitung laba rugi otomatis
✅ Memantau margin keuntungan secara realtime
✅ Mengelola stok dan persediaan barang
✅ Memantau cash flow bisnis
✅ Menyajikan laporan keuangan secara instan
✅ Membantu menghitung HPP dengan lebih akurat

👉 Coba Accurate Online GRATIS selama 30 hari dan rasakan kemudahan mengelola bisnis dengan lebih cepat, akurat, dan efisien.

Konsultasi & Demo Gratis bersama Tim ABC Semanggi

 

Related posts

5 Penyebab Omzet Besar Tapi Uang Bisnis Tetap Habis

Dhony Raka

Cara Menghitung Keuntungan Bisnis yang Benar untuk UMKM

Dhony Raka

Margin Keuntungan Adalah? Cara Menghitung dan Contohnya untuk UMKM

Dhony Raka

2

2

2