Menjual produk dengan harga lebih tinggi dari modal belum tentu membuat bisnis untung besar.
Banyak pemilik UMKM merasa penjualannya ramai, tetapi keuntungan yang diperoleh ternyata kecil.
Salah satu penyebabnya adalah tidak memahami margin keuntungan dengan benar.
Padahal margin keuntungan merupakan salah satu indikator penting untuk mengetahui seberapa sehat bisnis Anda.
Dengan mengetahui margin keuntungan, Anda dapat menentukan harga jual yang tepat, mengontrol biaya, dan meningkatkan profit bisnis.
Lalu, bagaimana cara menghitung margin keuntungan yang benar?
Simak penjelasannya berikut ini.
Apa Itu Margin Keuntungan?
Margin keuntungan adalah persentase keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan setelah dikurangi biaya tertentu.
Margin keuntungan digunakan untuk mengukur seberapa efisien bisnis menghasilkan laba dari pendapatan yang diperoleh.
Semakin tinggi margin keuntungan, semakin besar laba yang diperoleh dari setiap penjualan.
Kenapa Margin Keuntungan Penting untuk UMKM?
Banyak pemilik usaha hanya fokus pada omzet.
Padahal omzet besar belum tentu menghasilkan keuntungan yang besar.
Dengan mengetahui margin keuntungan, Anda dapat:
- mengetahui tingkat keuntungan bisnis
- menentukan harga jual yang tepat
- mengevaluasi efisiensi operasional
- membandingkan performa bisnis dari waktu ke waktu
- membuat strategi bisnis yang lebih akurat
Perbedaan Margin Keuntungan dan Laba Bersih
Banyak orang masih menganggap keduanya sama.
Padahal berbeda.
| Istilah | Pengertian |
|---|---|
| Laba Bersih | Jumlah keuntungan yang diperoleh |
| Margin Keuntungan | Persentase keuntungan terhadap pendapatan |
Contoh:
Laba bersih:
Rp10 juta
Pendapatan:
Rp100 juta
Margin keuntungan:
10%
Jenis Margin Keuntungan
Dalam bisnis terdapat beberapa jenis margin yang umum digunakan.
1. Margin Kotor (Gross Profit Margin)
Margin kotor menunjukkan keuntungan setelah dikurangi Harga Pokok Penjualan (HPP).
Rumus:
2. Margin Bersih (Net Profit Margin)
Margin bersih menunjukkan keuntungan setelah seluruh biaya dikurangi.
Rumus:
Margin inilah yang paling sering digunakan oleh UMKM.
Cara Menghitung Margin Keuntungan
Mari gunakan contoh sederhana.
Penjualan
Rp50.000.000
Laba Bersih
Rp12.000.000
Maka:
Artinya:
Dari setiap Rp100 penjualan, bisnis memperoleh keuntungan Rp24.
Contoh Margin Keuntungan UMKM
Misalnya sebuah usaha makanan memiliki data berikut:
| Keterangan | Jumlah |
| Penjualan | Rp80.000.000 |
| HPP | Rp40.000.000 |
| Biaya Operasional | Rp20.000.000 |
| Laba Bersih | Rp20.000.000 |
Perhitungannya:
Margin Bersih:
20 juta ÷ 80 juta × 100%
= 25%
Artinya usaha tersebut memiliki margin keuntungan sebesar 25%.
Berapa Margin Keuntungan yang Ideal?
Sebenarnya tidak ada angka yang sama untuk semua bisnis.
Namun secara umum:
| Margin | Kondisi |
| < 10% | Rendah |
| 10% – 20% | Cukup |
| 20% – 30% | Baik |
| > 30% | Sangat Baik |
Tentu angka ini bisa berbeda tergantung industri.
Baca juga : Cara membuat laporan rugi/laba sederhana
Kesalahan UMKM Saat Menghitung Margin Keuntungan
Tidak Menghitung Semua Biaya
Banyak owner hanya menghitung modal barang.
Padahal masih ada:
- biaya iklan
- listrik
- internet
- gaji
- biaya marketplace
Akibatnya margin terlihat lebih besar dari kondisi sebenarnya.
Salah Menghitung HPP
Jika HPP tidak akurat, margin keuntungan juga akan salah.
Terlalu Fokus pada Omzet
Banyak bisnis mengejar penjualan besar tetapi lupa mengontrol profit.
Tidak Memantau Laporan Keuangan
Tanpa laporan laba rugi, margin keuntungan sulit diketahui dengan tepat.
Cara Meningkatkan Margin Keuntungan
Evaluasi Harga Jual
Pastikan harga jual memberikan keuntungan yang sehat.
Kurangi Biaya Operasional
Cari pengeluaran yang bisa dioptimalkan.
Tingkatkan Efisiensi Operasional
Gunakan sistem yang membantu mengurangi kesalahan dan pemborosan.
Kelola Stok dengan Baik
Stok yang berlebihan dapat mengurangi profit.
Pantau Margin Secara Berkala
Lakukan evaluasi setiap bulan.
Cara Menghitung Margin Keuntungan Lebih Mudah
Ketika transaksi semakin banyak, menghitung margin secara manual menjadi lebih sulit.
Karena itu banyak UMKM menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk membantu:
- menghitung laba rugi otomatis
- menghitung HPP
- memantau profit bisnis
- mengontrol stok
- melihat margin keuntungan secara realtime
Dengan data yang lebih akurat, pemilik usaha dapat mengambil keputusan yang lebih tepat.
FAQ
Apa itu margin keuntungan?
Margin keuntungan adalah persentase keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan.
Apa rumus margin keuntungan?
Margin Keuntungan = Laba Bersih ÷ Penjualan × 100%.
Berapa margin keuntungan yang bagus?
Secara umum margin di atas 20% sudah tergolong baik, namun tergantung jenis bisnis.
Kenapa margin keuntungan penting?
Karena membantu mengetahui seberapa besar keuntungan yang diperoleh dari setiap penjualan.
Mulai Kelola Keuntungan Bisnis dengan Lebih Mudah
Menghitung margin keuntungan secara manual memang masih bisa dilakukan ketika transaksi bisnis masih sedikit.
Namun seiring berkembangnya usaha, jumlah transaksi, biaya operasional, stok barang, dan laporan keuangan akan semakin kompleks.
Karena itu banyak UMKM mulai menggunakan software akuntansi seperti Accurate Online untuk membantu:
✅ Menghitung laba rugi otomatis
✅ Memantau margin keuntungan secara realtime
✅ Menghitung HPP produk dengan akurat
✅ Mengontrol stok barang dan persediaan
✅ Memantau cash flow bisnis
✅ Menyajikan laporan keuangan secara instan
Dengan Accurate Online, Anda tidak perlu lagi menghitung keuntungan bisnis secara manual atau khawatir terjadi kesalahan pencatatan.
👉 Coba Accurate Online GRATIS selama 30 hari dan rasakan kemudahan mengelola keuangan bisnis dengan lebih cepat, akurat, dan efisien.
Konsultasi & Demo Gratis:
Tim ABC Semanggi siap membantu Anda memilih solusi yang sesuai dengan kebutuhan bisnis Anda.

