25.6 C
Jakarta
June 13, 2024
Official Store Software Akuntansi Accurate
Akuntansi

Mengenal Lebih Dalam tentang Piutang Dagang dalam Bisnis

Dalam dunia bisnis, istilah piutang dagang menjadi hal yang tidak asing lagi. Piutang dagang muncul saat terjadi transaksi penjualan, baik itu dilakukan secara tunai maupun kredit. Piutang dagang juga dikenal sebagai account receivable, yaitu hak tagihan yang dimiliki oleh suatu perusahaan terhadap pihak lain, dengan waktu pembayaran yang telah ditentukan.

Secara lebih rinci, piutang dagang adalah tagihan yang timbul karena adanya penjualan barang atau jasa secara kredit. Jumlah uang yang masih harus dibayarkan oleh pelanggan atas barang atau jasa yang telah dikirimkan akan menjadi piutang dagang.

Baca juga : Cara Cerdas Mengelola Keuangan Pribadi Anda dengan Pendapatan Terbatas.

Besarnya piutang dagang mengacu pada faktur atau invoice yang dikirimkan kepada setiap pelanggan. Biasanya, pembayaran piutang dagang memiliki batas waktu yang relatif singkat. Jangka waktu pembayaran ini umumnya telah disepakati sebelumnya dengan pelanggan, misalnya dalam rentang 30, 45, atau 60 hari.

Fasilitas pembayaran ini biasanya diberikan kepada setiap pelanggan, terutama pelanggan yang beroperasi dalam lingkungan bisnis ke bisnis (B2B). Tujuannya adalah untuk memberikan kemudahan kepada pelanggan dalam mengelola aliran kas mereka.

Jenis-Jenis Piutang Dagang

Dalam konteks piutang dagang, terdapat dua jenis utama yang perlu Anda ketahui:

1. Wesel Tagih Pertama, ada yang disebut wesel tagih atau notes receivable. Ini adalah aset yang dimiliki oleh perusahaan yang berisi janji untuk membayar kepada pihak tertentu pada tanggal yang telah ditentukan. Ketika pihak yang berutang membayar jumlah yang telah disepakati, notes receivable dapat diperjualbelikan. Jika dijual, pembayaran akan diterima oleh pemilik notes receivable.

2. Piutang Usaha Kedua, ada piutang usaha atau account receivable. Jenis piutang ini tidak dijamin oleh aset tertentu. Biasanya, piutang usaha adalah ekstensi dari kredit jangka pendek yang diberikan kepada pelanggan, dengan tenggat waktu pembayaran berkisar antara 30 hingga 90 hari.

Tantangan Akuntansi dalam Piutang Dagang

Terkadang, piutang dagang dapat menyebabkan tantangan dalam aspek akuntansi. Beberapa masalah yang mungkin muncul adalah:

1. Pengakuan Piutang Dagang Piutang dagang diakui atau dicatat ketika perusahaan melakukan transaksi penjualan kredit, memberikan potongan harga, ada retur barang, atau ketika piutang dagang dilunasi oleh pelanggan.

2. Penilaian Piutang Dagang Menurut prinsip akuntansi di Indonesia, piutang dagang harus dicatat dan dilaporkan pada neraca dengan nilai bersih yang diperkirakan dapat diterima. Nilai bersih ini diperoleh dengan mengurangkan cadangan kerugian piutang yang belum tertagih.

3. Pengalihan Piutang Dagang Pengalihan piutang terjadi saat perusahaan mentransfer piutang usaha kepada pihak lain seperti bank, lembaga keuangan, atau pegadaian piutang. Hal ini bertujuan untuk mempercepat penerimaan kas dari piutang. Beberapa alasan perusahaan melakukan pengalihan piutang adalah karena kesulitan memperoleh pinjaman atau karena biaya dan waktu yang diperlukan untuk menagih piutang.

Baca juga : Mempelajari Konvensi dan Konsep Akuntansi Secara Sederhana

Kesimpulan

Piutang dagang merupakan hak yang dimiliki perusahaan terhadap pihak lain yang timbul akibat adanya transaksi penjualan yang belum dibayarkan sepenuhnya oleh pelanggan. Dalam dunia bisnis dan akuntansi, piutang dapat dibagi menjadi piutang dagang (piutang usaha dan wesel tagih) serta piutang non-dagang.

Penting bagi perusahaan untuk mencatat secara akurat baik utang maupun piutang dalam laporan keuangan. Hal ini bertujuan untuk menjaga kelancaran bisnis dan kesehatan keuangan perusahaan. Keberlanjutan hubungan baik dengan pemasok membutuhkan pembayaran tepat waktu, sementara pelanggan kadang lupa atau menunda pembayaran utang.

Rasakan sensasi unik Emkay Blast Lite Liquid Vape hari ini! Pesan sekarang dan nikmati pengalaman vape yang tak terlupakan!

Related posts

Pengertian Laporan Laba Rugi, Jenis, Fungsi, dan Contohnya

Erapuji

Mengetahui Segala Hal Tentang Manajemen Risiko

Miftah

Analisis Break Even Point (BEP) dalam Perencanaan Keuangan Perusahaan

Agung